kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Industri ritel Amerika Serikat mulai babak belur


Senin, 10 April 2017 / 12:27 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

Ramai-Ramai Tutup Toko

PENNYSYLVANIA. Industri ritel Amerika Serikat (AS) mulai babak belur. Setelah Payless Inc, giliran Rue21 Inc berencana menutup 1.000 toko di AS.

Sumber Bloomberg mengatakan, Rue21, sebuah perusahaan pengecer pakaian remaja sedang mempersiapkan diri untuk mengajukan kebangkrutan pada bulan ini. Langkah ini menyusul toko ritel lain seperti HHGregg Inc, Gordmans Stores dan Gander Mountain Co yang juga sedang mengajukan kebangkrutan.

Chief Executive Urban Outfitters Richard Hayne menilai, kondisi ini terjadi lantaran terlalu banyak toko di pusat perbelanjaan yang menjual produk sama yakni pakaian. "Sehingga ini menciptakan bubble seperti perumahan. Bubble ini sekarang meledak sehingga di masa mendatang tren sewa toko akan berkurang," kata Hayne.

Kondisi ini menjadi yang terburuk sejak tahun 2008. Tahun ini, diperkirakan akan ada 2.880 toko yang ditutup lebih tinggi dibandingkan tahun 2016 sebesar 1.153 toko.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×