CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ini Pengakuan Mantan Pejabat Keamanan AS yang Bantu Rencanakan Kudeta di Negara Lain


Rabu, 13 Juli 2022 / 13:02 WIB
ILUSTRASI. Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton berbicara di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di Oxon Hill, Maryland, AS 24 Februari 2017. REUTERS/Joshua Roberts.


Sumber: The Straits Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Sebelum bekerja di bawah Trump, Bolton juga sempat bertugas di Departemen Kehakiman dan Departemen Luar Negeri AS selama tiga pemerintahan Republik, dimulai dengan Ronald Reagan pada 1980-an.

Bolton juga jadi salah satu tokoh yang mendorong invasi AS ke Irak dan menyuarakan dukungan untuk mengebom Iran dan Korea Utara. 

Kebijakan luar negeri yang intervensionis itu pada akhirnya membuat Bolton berselisih dengan Trump dan dipecat pada tahun 2019.

AS memang memiliki sejarah panjang dalam penggulingan pemerintah di berbagai belahan dunia. Mulai dari penggulingan perdana menteri nasionalis Iran Mohammad Mosaddegh pada tahun 1953, perang Vietnam, hingga invasinya ke Irak dan Afghanistan abad ini.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×