kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini sanksi negara Barat terhadap China atas kasus Uighur


Selasa, 23 Maret 2021 / 11:21 WIB
Ini sanksi negara Barat terhadap China atas kasus Uighur
ILUSTRASI. Negara Barat yang terdiri atas AS, UE, Inggris dan Kanada, menjatuhkan sanksi pada pejabat China pada hari Senin (22/3/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS/WASHINGTON. Negara-negara Barat yang terdiri atas Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan Kanada, menjatuhkan sanksi pada pejabat China pada hari Senin (22/3/2021) untuk pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang. Ini merupakan aksi terkoordinasi Barat pertama terhadap Beijing di bawah Presiden baru AS Joe Biden.

Melansir Reuters, Beijing segera membalas dengan tindakan hukuman terhadap Uni Eropa yang tampaknya lebih luas, termasuk anggota parlemen Eropa, diplomat, institut dan keluarga, dan melarang bisnis mereka berdagang dengan China.

Pemerintah Barat berusaha meminta pertanggungjawaban Beijing atas penahanan massal Muslim Uighur di barat laut China, di mana Amerika Serikat mengatakan China melakukan genosida.

China menyangkal semua tuduhan pelecehan.

Baca Juga: 2 Jet tempur Taiwan jatuh saat latihan, di tengah tekanan militer China

Reuters memberitakan, upaya terkoordinasi tersebut tampaknya menjadi sebuah awal dalam dorongan diplomatik AS bersama untuk menghadapi China dengan sekutu.

Pejabat senior administrasi AS mengatakan bahwa mereka setiap hari melakukan kontak dengan pemerintah di Eropa mengenai masalah terkait China, sesuatu yang mereka sebut "roadshow Eropa."

"Di tengah meningkatnya kecaman internasional, (China) terus melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam pernyataannya menjelang pertemuan dengan para menteri Uni Eropa dan NATO di Brussel pekan ini.

Baca Juga: AS-Jepang beri peringatan, China kirim tiga kapal perang dekati Jepang




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×