kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.590   -135,00   -0,82%
  • IDX 6.362   -123,36   -1,90%
  • KOMPAS100 923   -24,22   -2,56%
  • LQ45 714   -17,76   -2,43%
  • ISSI 200   -4,52   -2,21%
  • IDX30 370   -8,49   -2,25%
  • IDXHIDIV20 450   -10,17   -2,21%
  • IDX80 104   -2,76   -2,58%
  • IDXV30 109   -3,54   -3,14%
  • IDXQ30 121   -2,88   -2,32%

Inilah Ambisi Rusia dalam Industri Logam Tanah Jarang


Jumat, 28 Februari 2025 / 08:16 WIB
Inilah Ambisi Rusia dalam Industri Logam Tanah Jarang
ILUSTRASI. Vladimir Putin telah menawarkan kepada AS kesempatan berdasarkan kesepakatan ekonomi masa depan untuk bersama-sama mengeksplorasi endapan logam tanah jarang Rusia.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Vladimir Putin telah menawarkan kepada AS kesempatan berdasarkan kesepakatan ekonomi masa depan untuk bersama-sama mengeksplorasi endapan logam tanah jarang Rusia yang menurutnya lebih besar daripada endapan logam tanah jarang Ukraina.

Tawaran Putin tersebut menyusul negosiasi antara AS dan Ukraina mengenai rancangan kesepakatan mineral yang diharapkan akan ditandatangani selama kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy ke Washington pada hari Jumat (28/2/2025).

"Saya juga ingin membeli mineral di tanah Rusia. Jika memungkinkan, tanah jarang. Mereka juga memiliki tanah jarang yang sangat bagus, keduanya (Rusia dan Ukraina)," kata Trump, seraya menambahkan kesepakatan itu akan menguntungkan Rusia dan AS.

Melansir Reuters, penguasaan Tiongkok atas 95% produksi dan pasokan logam tanah jarang global, yang penting bagi industri seperti pertahanan dan elektronik konsumen, telah memfokuskan seluruh dunia untuk mencoba mengembangkan pasokan mereka sendiri.

Berikut ini adalah deskripsi industri logam tanah jarang Rusia:

Baca Juga: Banyak Negara yang Menginginkan Logam Tanah Jarang, Apa Itu?

Cadangan logam tanah jarang Rusia

Menurut data Survei Geologi AS (USGS), Rusia memiliki cadangan logam tanah jarang terbesar kelima di dunia, setelah Tiongkok, Brasil, India, dan Australia.

USGS memperkirakan total cadangan Rusia sebesar 3,8 juta metrik ton.

Perkiraan Rusia tentang keseluruhan cadangan tanah jarangnya lebih tinggi.

Menurut Kementerian Sumber Daya Alam, Rusia memiliki cadangan 15 logam tanah jarang dengan total 28,7 juta ton per 1 Januari 2023 dan 3,8 juta ton tersebut merupakan jumlah cadangan yang sedang dikembangkan atau siap dikembangkan.

Dokumen resmi Rusia tentang pengembangan industri menunjukkan rendahnya permintaan domestik terhadap logam tersebut, serta persaingan ketat dari Tiongkok, sebagai hambatan utama bagi pengembangan industri tersebut.

Baca Juga: Kremlin: Rusia Punya Banyak Logam Tanah Jarang yang Dibutuhkan AS

Menurut strategi pengembangan sektornya, Rusia bermaksud untuk menjadi salah satu dari lima produsen logam tanah jarang teratas dengan pangsa pasar global hingga 12% pada tahun 2030.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×