kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.965   55,00   0,31%
  • IDX 6.373   32,66   0,52%
  • KOMPAS100 842   2,47   0,29%
  • LQ45 637   0,10   0,02%
  • ISSI 219   1,25   0,57%
  • IDX30 359   0,22   0,06%
  • IDXHIDIV20 443   -0,18   -0,04%
  • IDX80 96   0,24   0,25%
  • IDXV30 119   0,54   0,45%
  • IDXQ30 115   -0,19   -0,16%

Intel tegaskan kekurangan pasokan chip masih akan berlangsung lama


Selasa, 01 Juni 2021 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Logo Intel. REUTERS/Mike Blake


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Intel Corp mengatakan kekurangan chip yang terjadi secara global saat ini masih perlu beberapa tahun untuk mengatasinya. Padahal, masalah ini telah menghambat produksi mobil dan juga dirasakan di area lain, termasuk alat-alat elektronik.

CEO Intel Corp Pat Gelsinger mengatakan bahwa tren bekerja dan belajar dari rumah selama pandemi COVID-19 telah menyebabkan pertumbuhan kebutuhan chip yang besar. Hal ini yang akhirnya memberikan tekanan besar pada rantai pasokan global.

"Tetapi sementara industri telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kendala jangka pendek, masih diperlukan beberapa tahun bagi ekosistem untuk mengatasi kekurangan kapasitas pengecoran, substrat, dan komponen,” ujar Gelsinger seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/6).

Baca Juga: China siapkan seri helikopter siluman baru yang sulit dilacak radar dan inframerah

Dalam wawancara dengan The Washington Post pada pertengahan April lalu, Gelsinger bilang bahwa kekurangan itu akan memakan waktu beberapa tahun untuk mereda. Sementara itu, mereka berencana untuk mulai memproduksi chip dalam enam sampai sembilan bulan untuk mengatasi kekurangan di pabrik mobil AS.

Pada bulan Maret, Intel juga mengumumkan rencana investasi sebesar US$20 miliar untuk memperluas kapasitas produksi chip canggihnya. Mereka akan membangun dua pabrik di Arizona dan membuka pabriknya untuk pelanggan di luar.

"Kami berencana untuk memperluas ke lokasi lain di AS dan Eropa, memastikan rantai pasokan semikonduktor yang berkelanjutan dan aman untuk dunia," tambah Gelsinger.

Rencana tersebut sekaligus menantang dua perusahaan lain di dunia yang dapat membuat chip paling canggih, antara lain Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (TSMC) dan Samsung Electronics Co Ltd dari Korea Selatan. 

Selanjutnya: Berbagai pabrik di kawasan Asia tetap ekspansif saat bahan baku seret




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×