kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.183
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Irak tawarkan kontrak eksplorasi dan pengembangan migas 11 blok baru

Minggu, 01 April 2018 / 20:07 WIB

Irak tawarkan kontrak eksplorasi dan pengembangan migas 11 blok baru
ILUSTRASI. Harga minyak dunia

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Irak berencana untuk memberikan kontrak eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas di 11 blok baru pada 15 April.

Mengutip Reuters, Minggu (1/4), Irak pada awalnya menetapkan 21 Juni sebagai tanggal untuk membuka tawaran bagi blok-blok baru, yang terletak di daerah perbatasan dengan Iran dan Kuwait dan di perairan lepas pantai Teluk.


"Dokumen penawaran akan tersedia bagi perusahaan minyak yang berencana membuat penawaran pada 13 April. Tawaran itu harus diserahkan pada 15 April dan para pemenang akan diumumkan pada hari yang sama," ujar Juru Bicara Kementerian Perminyakan Irak, Asim Jihad.

Sebelumnya, pada hari Kamis (29/3) kementerian perminyakan juga mengumumkan akan mengurangi fee yang diterima oleh perusahaan minyak dari pemerintah dalam kontrak baru.

Kontrak baru ini akan mengecualikan produk sampingan minyak dari pendapatan perusahaan, membangun hubungan antara harga minyak yang berlaku dan remunerasi dan memperkenalkan elemen royalti.

Produsen minyak di Irak saat ini menerima fee dari pemerintah terkait dengan peningkatan produksi, yang termasuk minyak mentah dan produk sampingan seperti gas alam cair dan gas kering.

Perusahaan-perusahaan seperti BP, Exxon Mobil, Eni, Total dan Royal Dutch Shell membantu Irak menumbuhkan produksi dalam dekade terakhir dengan lebih dari 2,5 juta barel per hari (bpd) menjadi sekitar 4,7 juta bpd.

Kontrak baru yang ditawarkan oleh Baghdad juga akan menetapkan batas waktu bagi perusahaan untuk mengakhiri pembakaran gas dari ladang minyak yang mereka kembangkan di wilayah yang berada di bawah kontrolnya.

Irak terus membakar beberapa gas yang diekstraksi bersama minyak mentah di ladangnya karena tidak memiliki fasilitas untuk mengolahnya menjadi bahan bakar untuk konsumsi lokal atau ekspor.

Irak berharap untuk mengakhiri pembakaran gas pada 2021, yang menelan biaya hampir US$ 2,5 miliar dalam pendapatan yang hilang bagi pemerintah dan akan mencukupi untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan yang belum terpenuhi untuk pembangkit listrik berbasis gas.


Reporter: Agung Jatmiko
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0507 || diagnostic_web = 0.2929

Close [X]
×