kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Irak tawarkan kontrak eksplorasi dan pengembangan migas 11 blok baru


Minggu, 01 April 2018 / 20:07 WIB

Irak tawarkan kontrak eksplorasi dan pengembangan migas 11 blok baru


KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Irak berencana untuk memberikan kontrak eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas di 11 blok baru pada 15 April.

Mengutip Reuters, Minggu (1/4), Irak pada awalnya menetapkan 21 Juni sebagai tanggal untuk membuka tawaran bagi blok-blok baru, yang terletak di daerah perbatasan dengan Iran dan Kuwait dan di perairan lepas pantai Teluk.

"Dokumen penawaran akan tersedia bagi perusahaan minyak yang berencana membuat penawaran pada 13 April. Tawaran itu harus diserahkan pada 15 April dan para pemenang akan diumumkan pada hari yang sama," ujar Juru Bicara Kementerian Perminyakan Irak, Asim Jihad.

Sebelumnya, pada hari Kamis (29/3) kementerian perminyakan juga mengumumkan akan mengurangi fee yang diterima oleh perusahaan minyak dari pemerintah dalam kontrak baru.

Kontrak baru ini akan mengecualikan produk sampingan minyak dari pendapatan perusahaan, membangun hubungan antara harga minyak yang berlaku dan remunerasi dan memperkenalkan elemen royalti.

Produsen minyak di Irak saat ini menerima fee dari pemerintah terkait dengan peningkatan produksi, yang termasuk minyak mentah dan produk sampingan seperti gas alam cair dan gas kering.

Perusahaan-perusahaan seperti BP, Exxon Mobil, Eni, Total dan Royal Dutch Shell membantu Irak menumbuhkan produksi dalam dekade terakhir dengan lebih dari 2,5 juta barel per hari (bpd) menjadi sekitar 4,7 juta bpd.

Kontrak baru yang ditawarkan oleh Baghdad juga akan menetapkan batas waktu bagi perusahaan untuk mengakhiri pembakaran gas dari ladang minyak yang mereka kembangkan di wilayah yang berada di bawah kontrolnya.

Irak terus membakar beberapa gas yang diekstraksi bersama minyak mentah di ladangnya karena tidak memiliki fasilitas untuk mengolahnya menjadi bahan bakar untuk konsumsi lokal atau ekspor.

Irak berharap untuk mengakhiri pembakaran gas pada 2021, yang menelan biaya hampir US$ 2,5 miliar dalam pendapatan yang hilang bagi pemerintah dan akan mencukupi untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan yang belum terpenuhi untuk pembangkit listrik berbasis gas.


Reporter: Agung Jatmiko
Video Pilihan

Tag

Close [X]
×