kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

Iran Ancam Serang Basis AS, Trump Tarik Sebagian Personel Militer di Timur Tengah


Rabu, 14 Januari 2026 / 21:30 WIB
Iran Ancam Serang Basis AS, Trump Tarik Sebagian Personel Militer di Timur Tengah
ILUSTRASI. Tank Abrams milik militer AS (Andrius Sytas/REUTERS). Pemerintah Amerika Serikat menarik sebagian personel militernya dari sejumlah pangkalan di Timur Tengah setelah peringatan Iran.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

AS sendiri memiliki kehadiran militer signifikan di Timur Tengah, termasuk markas depan Komando Pusat AS di Qatar dan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Meski tekanan internasional meningkat, seorang pejabat Barat menilai pemerintah Iran belum berada di ambang kejatuhan. 

Aparat keamanan masih dinilai memegang kendali, meski otoritas tampak terkejut oleh skala kerusuhan yang terjadi di saat Iran sedang berada dalam posisi geopolitik dan ekonomi yang rapuh.

Pemerintah Iran Klaim Masih Didukung Rakyat

Pemerintah Iran berupaya menunjukkan bahwa mereka masih mendapat dukungan publik. Televisi pemerintah menayangkan prosesi pemakaman massal di Teheran, Isfahan, Bushehr, dan kota-kota lain. 

Dalam tayangan tersebut, massa terlihat mengibarkan bendera nasional dan foto Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan selama pemerintah mendapat dukungan rakyat, “semua upaya musuh akan gagal”.

Baca Juga: AS Pindahkan 200 Personel Garda Nasional California ke Portland

Sementara itu, Ketua Lembaga Keamanan Nasional Iran Ali Larijani dilaporkan melakukan komunikasi dengan pejabat Qatar, sementara Menlu Abbas Araqchi berbicara dengan mitranya di Uni Emirat Arab dan Turki untuk meredakan ketegangan regional.

Namun, di dalam negeri, penindakan terus berlanjut. Kepala kehakiman Iran menegaskan perlunya proses cepat untuk menghukum mereka yang dituduh melakukan kekerasan ekstrem. HRANA melaporkan sedikitnya 18.137 orang telah ditangkap sejak protes dimulai.

Kelompok HAM Kurdi Iran, Hengaw, juga melaporkan seorang pria berusia 26 tahun bernama Erfan Soltani dijadwalkan dieksekusi terkait keterlibatannya dalam protes. Hingga Rabu, belum ada konfirmasi apakah eksekusi tersebut telah dilaksanakan.

Selanjutnya: Jangan Sampai Terlewat! Lowongan Finance Officer PAMA Astra Ditutup 18 Januari 2026

Menarik Dibaca: Hujan Petir di Sore Hari, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (15/1) di Jakarta




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×