Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
AS sendiri memiliki kehadiran militer signifikan di Timur Tengah, termasuk markas depan Komando Pusat AS di Qatar dan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
Meski tekanan internasional meningkat, seorang pejabat Barat menilai pemerintah Iran belum berada di ambang kejatuhan.
Aparat keamanan masih dinilai memegang kendali, meski otoritas tampak terkejut oleh skala kerusuhan yang terjadi di saat Iran sedang berada dalam posisi geopolitik dan ekonomi yang rapuh.
Pemerintah Iran Klaim Masih Didukung Rakyat
Pemerintah Iran berupaya menunjukkan bahwa mereka masih mendapat dukungan publik. Televisi pemerintah menayangkan prosesi pemakaman massal di Teheran, Isfahan, Bushehr, dan kota-kota lain.
Dalam tayangan tersebut, massa terlihat mengibarkan bendera nasional dan foto Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan selama pemerintah mendapat dukungan rakyat, “semua upaya musuh akan gagal”.
Baca Juga: AS Pindahkan 200 Personel Garda Nasional California ke Portland
Sementara itu, Ketua Lembaga Keamanan Nasional Iran Ali Larijani dilaporkan melakukan komunikasi dengan pejabat Qatar, sementara Menlu Abbas Araqchi berbicara dengan mitranya di Uni Emirat Arab dan Turki untuk meredakan ketegangan regional.
Namun, di dalam negeri, penindakan terus berlanjut. Kepala kehakiman Iran menegaskan perlunya proses cepat untuk menghukum mereka yang dituduh melakukan kekerasan ekstrem. HRANA melaporkan sedikitnya 18.137 orang telah ditangkap sejak protes dimulai.
Kelompok HAM Kurdi Iran, Hengaw, juga melaporkan seorang pria berusia 26 tahun bernama Erfan Soltani dijadwalkan dieksekusi terkait keterlibatannya dalam protes. Hingga Rabu, belum ada konfirmasi apakah eksekusi tersebut telah dilaksanakan.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
