kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Iran memberlakukan pembatasan baru karena kasus virus corona meningkat


Sabtu, 04 Juli 2020 / 21:19 WIB
Iran memberlakukan pembatasan baru karena kasus virus corona meningkat
ILUSTRASI. Hingga kini Iran memiliki total kasus mencapai 237.878.

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - TEHRAN. Iran memperketat pembatasan bagi warganya di tengah kenaikan korban virus corona. Presiden Hassan Rouhani mengatakan, warga yang tidak memakai masker tidak akan dilayani oleh instansi negara. Perusahaan yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan ditutup selama seminggu.

Iran berupaya memerangi penyebaran virus corona. Hingga kini Iran memiliki total kasus mencapai 237.878. Juru bicara Kementerian Kesehatan Sima Sadat Lari mengatakan, ada tambahan korban jiwa 148 kematian pada Sabtu (4/7) sehingga total korban mencapai 11.408.

Rouhani mengatakan, mengenakan masker di tempat umum yang tertutup menjadi wajib mulai Minggu. Iran telah menetapkan pembatasan lebih ketat di kota-kota di lima provinsi yang memiliki catatan lonjakan kasus setelah pembukaan pelonggaran sejak pertengahan April.

"Pegawai pemerintah seharusnya tidak melayani orang yang tidak memakai masker dan pegawai yang tidak memakainya harus dianggap absen dan dipulangkan," kata Rouhani seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Iran: Jika terbukti kami jadi sasaran serangan siber, kami bakal balas

Situs web pemerintah menerbitkan foto-foto Rouhani, yang jarang terlihat mengenakan topeng, dengan penutup wajah. Dia menambahkan bahwa orang-orang yang terinfeksi memiliki kewajiban agama untuk memberi tahu orang lain. "Merahasiakan infeksi Anda melanggar hak-hak orang lain," ujar dia.

Pemerintah telah berusaha meyakinkan publik yang enggan mengenakan masker. Dalam kampanye selama sepekan, pemerintah memperingatkan bahwa, "Corona bukan lelucon."

Media pemerintah melaporkan pada hari Sabtu bahwa 19 pemain sepak bola Iran dari klub Esteghlal dan Foolad Khuzestan nasional telah dinyatakan positif terkena virus corona.

Lima anggota parlemen Iran juga dinyatakan positif, ungkap kantor berita Fars. Sementara itu, angkatan bersenjata Iran telah mengurangi pelatihan tempur dasar mereka menjadi sebulan karena meningkatnya penyebaran.

Baca Juga: Krisis baru AS-Iran: Teheran akan kirim lebih banyak tanker minyak ke Venezuela



TERBARU

[X]
×