kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Israel Menyempurnakan Rencana untuk Serang Balik Iran, Netanyahu yang Memimpin


Selasa, 22 Oktober 2024 / 07:41 WIB
Israel Menyempurnakan Rencana untuk Serang Balik Iran, Netanyahu yang Memimpin
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar serangkaian pertemuan dengan para ajudan keamanan utama untuk membahas serangan berikutnya terhadap Iran.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pembalasan itu memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang, mungkin karena koordinasi antara AS dan Israel.

Washington mendesak Israel untuk menghindari serangan terhadap instalasi energi atau nuklir. AS bahkan telah mengirim Israel senjata pertahanan rudal antibalistik yang canggih untuk berjaga-jaga jika Iran membalas serangan.

Sebuah dokumen Pentagon yang tampaknya bocor selama akhir pekan merinci beberapa persiapan Israel untuk serangan semacam itu.

Kebocoran itu, yang keasliannya belum diverifikasi, muncul di akun Telegram sebuah kelompok pro-Iran yang disebut Middle East Spectator.

Pada hari Minggu, kantor Netanyahu mengatakan bahwa meskipun mempertimbangkan apa yang disarankan AS, Israel membuat keputusannya sendiri.

Tidak jelas kapan keputusan akan diambil atau kapan pembalasan akan terjadi.

Menteri Energi Eli Cohen mengatakan kepada Channel 14, "Tidak ada fasilitas, baik militer maupun sipil, atau satu orang pun di Iran yang kebal. Tidak seorang pun dari mereka tidur nyenyak di malam hari." 

Tonton: Netanyahu Bersumpah Bakal Hukum Iran Pasca Drone Hizbullah Hantam Rumahnya

Pembunuhan Sinwar, pemimpin Hamas, oleh Israel dipandang oleh banyak orang sebagai titik balik yang potensial, saat pertempuran mungkin menghasilkan negosiasi dan diplomasi.

Namun pada hari-hari berikutnya, pertempuran telah meningkat dengan Hizbullah dan Hamas.

Keduanya dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS dan negara-negara lain.




TERBARU

[X]
×