kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Israel Setujui Perluasan Serangan di Gaza, Mobilisasi Cadangan Militer Meningkat


Senin, 05 Mei 2025 / 11:19 WIB
ILUSTRASI. Tentara Israel mengendarai jip militer saat mereka kembali dari Gaza selatan, 12 Februari 2024. REUTERS/Amir Cohen


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JERUSALEM. Kabinet keamanan Israel menyetujui rencana perluasan bertahap ofensif militer terhadap kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Keputusan ini dilaporkan oleh penyiar publik Israel, Kan, pada Senin (5/5), mengutip sumber yang mengetahui rincian rapat.

Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Iran Bakal Membalas jika AS atau Israel Menyerang

Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan bahwa pihak militer telah mulai mengirimkan puluhan ribu surat panggilan untuk pasukan cadangan guna memperluas operasi di Gaza.

"Kami terus meningkatkan tekanan dengan tujuan membebaskan para sandera dan menumpas Hamas," ujar Zamir dalam pernyataan resmi kepada pasukannya.

Dalam sebuah pernyataan video yang diunggah ke platform X pada Minggu malam, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa dirinya telah menggelar pertemuan kabinet keamanan untuk membahas "tahap berikutnya" dari operasi militer.

Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah serpihan rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman jatuh di dekat Bandara Ben Gurion, pintu gerbang utama Israel.

Baca Juga: Houthi yang Didukung Iran Luncurkan Dua Rudal ke Arah Israel

Israel kembali melanjutkan operasi darat di Gaza sejak Maret lalu, setelah gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat (AS) runtuh. Gencatan senjata sebelumnya telah menahan pertempuran selama dua bulan.

Situs berita Israel Ynet melaporkan bahwa kabinet keamanan juga menyetujui rencana baru untuk distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza.

Namun belum ada kejelasan kapan bantuan akan mulai masuk ke wilayah kantong yang kini dikuasai sekitar sepertiga oleh Israel.

Blokade bantuan yang diberlakukan sejak Maret telah memicu tekanan internasional terhadap Israel, terutama karena semakin parahnya krisis kemanusiaan di Gaza.

Israel beralasan bahwa Hamas menyita bantuan yang ditujukan untuk warga sipil dan mengalihkannya bagi keperluan militer atau menjualnya secara ilegal. Tuduhan ini dibantah oleh Hamas.

Baca Juga: Israel Menyalahkan Palestina atas Kebakaran Hutan di Perbukitan Yerusalem

Kampanye militer Israel di Gaza diluncurkan sebagai respons atas serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 warga pada Oktober 2023 — serangan paling mematikan dalam sejarah Israel.

Sejak itu, lebih dari 52.000 warga Palestina dilaporkan tewas menurut otoritas kesehatan di Gaza, dan sebagian besar wilayah Gaza porak poranda, memaksa 2,3 juta penduduknya bergantung pada bantuan yang kian menipis.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×