Italia tak berencana tinggalkan mata uang euro

Kamis, 25 Oktober 2018 | 21:33 WIB   Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Italia tak berencana tinggalkan mata uang euro

ILUSTRASI. Bendera Italia dan Uni Eropa


KONTAN.CO.ID - ROMA. Wakil Perdana Menteri Italia Luigi Di Maio pada hari Kamis (25/10) menegaskan bahwa negaranya tidak berencana untuk meninggalkan mata uang (single currency). Namun, rencana tersebut dipastikan tidak akan mengubah target defisit anggaran 2019 meski sempat ditolak oleh Komisi Eropa.

Di Maio, yang merupakan pemimpin Gerakan 5 Bintang Koalisi yang menjadi partai penguasa di Italia ini juga menyebut dalam sebuah wawancara di Radio 24 bahwa Pemerintah Italia tengah memantau kondisi sistem perbankan dalam negeri. Sebab, sistem perbankan di Italia dinilai sedang berada di bawah tekanan dari peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah.

"Pasar tidak khawatir tentang Italia tidak menghormati aturan anggaran Uni Eropa. Investor justru khawatir dengan cerita palsu yang menyebut Italia ingin meninggalkan mata uang euro dan Uni Eropa. Itu bukan masalahnya," ujar Di Maio dalam artikel yang dilansir Reuters. 

Ia menambahkan, target defisit 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB) di tahun 2018 yang menurut Brussel terlalu tinggi, tidak seharusnya diubah.

Sebagai informasi saja, pasar keuangan telah bereaksi negatif terhadap ekspansi anggaran yang dilakukan, dengan meningkatkan imbal hasil obligasi naik ke level tertinggi. Investor juga dikabarkan resah atas pembangkangan Italia terhadap aturan fiskal Uni Eropa dan keberlanjutan menggunungnya utang Italia, yang merupakan tertinggi di zona euro setelah Yunani.

Editor: Herlina Kartika Dewi
Tag

Terbaru