Jack Ma: Penetapan harga IPO Ant Group terbesar dalam sejarah dunia

Senin, 26 Oktober 2020 | 05:01 WIB Sumber: Reuters
Jack Ma: Penetapan harga IPO Ant Group terbesar dalam sejarah dunia

ILUSTRASI. Bardasarkan harga yang ditentukan pada Jumat malam, pencatatan ganda (dual listing) Ant Group, akan menjadi yang terbesar di dunia. REUTERS/Yuya Shino/File Picture


KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bardasarkan harga yang ditentukan pada Jumat malam, pencatatan ganda (dual listing) perusahaan fintech raksasa China, Ant Group, akan menjadi yang terbesar di dunia. Hal itu diungkapkan pendiri Alibaba Jack Ma pada Sabtu lalu.

“Ini adalah pertama kalinya penetapan harga untuk pencatatan saham sebesar itu - terbesar dalam sejarah manusia - ditentukan di luar Kota New York,” katanya kepada hadirin yang hadir di Bund Summit di pusat keuangan timur Shanghai seperti yang dilansir Reuters.

“Kami tidak berani memikirkannya lima tahun lalu, atau bahkan tiga tahun lalu. Tapi keajaiban baru saja terjadi," katanya kepada hadirin, termasuk pejabat dari regulator China.

Dia tidak memberikan rincian pasti tentang harga yang diharapkan diumumkan secara resmi pada pekan ini.

Didukung oleh raksasa e-commerce China, Alibaba, Ant berencana untuk mencatatkan sahamnya secara bersamaan di Hong Kong dan di Pasar STAR Shanghai dalam beberapa minggu mendatang.

Baca Juga: IPO Ant Group berambisi lampaui rekor Saudi Aramco

Sumber Reuters mengatakan, pencatatan saham itu bisa bernilai US$ 35 miliar, melampaui rekor yang ditetapkan oleh market senilai US$ 29,4 miliar Saudi Aramco pada Desember lalu.

Melansir Reuters, Ma mengatakan, sistem keuangan dan peraturan yang ada saat ini menahan inovasi perusahaan. Itu sebabnya, dia menyerukan perombakan untuk memperluas layanan keuangan ke lebih banyak perusahaan kecil dan individu berdasarkan teknologi, sebuah etos yang sebagian besar didasarkan pada Ant.

Baca Juga: Kantongi Izin Pencatatan di Hong Kong, Ant Penuhi Semua Syarat IPO Dual Listing

Dia mengatakan sistem global yang didirikan setelah Perang Dunia II sudah ketinggalan zaman dan terlalu menghindari risiko. Dia menyebut Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan merupakan "klub orang tua" dan memperingatkan bahwa risiko bisa terakumulasi di seluruh perekonomian.

Di China, banyak bank yang masih beroperasi dengan mentalitas "pegadaian" yang kuat, menuntut agunan dan jaminan sebelum memberikan pinjaman. Menurutnya, model ini akan gagal untuk mendorong pertumbuhan di masa depan.

Baca Juga: Incar Saham IPO Ant Group, Lima Reksadana Tiongkok Raup US$ 9 Miliar

Sebaliknya, dia mengatakan sistem perbankan baru, inklusif dan universal yang meminjamkan kepada usaha kecil dan individu berdasarkan data besar harus dibangun.

Ant, yang memiliki bisnis pembayaran dan pinjaman mikro ekstensif yang sebagian besar didasarkan pada data besar, telah menghadapi pengawasan yang meningkat dari regulator.

“Sistem keuangan saat ini adalah warisan dari Era Industri,” kata Ma. “Kita harus menyiapkan generasi baru dan generasi muda. Kita harus mereformasi sistem saat ini."

 

Selanjutnya: Inilah Berbagai Ketidaklaziman yang Mewarnai Proses IPO Ant Group

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru