kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jaga pasokan jelang Imlek, China desak daerah untuk mempercepat pengembangbiakan babi


Senin, 18 November 2019 / 08:49 WIB
Jaga pasokan jelang Imlek, China desak daerah untuk mempercepat pengembangbiakan babi
ILUSTRASI. Penjualan daging babi di China.

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Menteri Pertanian China Han Changfu meminta kepada para pejabat sembilan pemerintah daerah untuk mempercepat pengembangbiakan babi pasca wabah demam babi Afrika.

Mengutip Reuters, Senin (18/11), akibat demam babi Afrika, populasi babi China diperkirakan berkurang separuhnya sejak Agustus tahun lalu yang memicu lonjakan harga daging babi.

Baca Juga: China berharap kesepakatan dagang fase pertama dengan AS bisa tercapai sedini mungkin

Khawatir tentang implikasi politik dari kurangnya pasokan daging babi, China berusaha untuk meningkatkan insentif bagi petani guna mengembangbiakkan babi dengan jumlah yang lebih banyak. Insentif ini juga dilakukan untuk mendorong produksi unggas dan jenis daging lainnya.

Dalam sebuah pengumuman di situs web Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan pada Minggu (17/11), Han mengatakan pemulihan produksi daging babi sangat penting untuk menstabilkan harga dan pemerintah daerah perlu bekerja untuk meningkatkan pasokan dalam persiapan perayaan Tahun Baru Imlek yang akan jatuh pada akhir Januari 2020.

Pejabat dari sembilan wilayah selatan China juga diperintahkan untuk menerapkan langkah-langkah pemerintah pusat dengan baik untuk meningkatkan bantuan keuangan dan menyediakan lebih banyak lahan bagi para petani babi.

Tetapi mereka harus memastikan bahwa pembatasan zonasi peternakan babi dilaksanakan dengan baik dan tidak melampaui batas kewenangan semula.

Harian China menulis, Han mengatakan, upaya beberapa kementerian untuk meringankan beban petani dan mendukung pengangkutan pasokan daging babi telah meningkatkan kepercayaan pasar.

Harga grosir daging babi di China rata-rata mencapai CNY 48 (US$ 6,86) per kilogram pada Jumat menurut China Daily yang mengutip data Kementerian. Harga ini sudah sedikit turun sejak awal bulan, tetapi tetap naik 157% dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Demi mendorong impor, China dapat memangkas tarif tambahan pada produk pertanian AS

Wakil Perdana Menteri China Hu Chunhua mengatakan tahun ini babi memiliki peran penting yang tak tergantikan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik di China.




TERBARU

Close [X]
×