Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JNEW YORK. Presiden The Federal Reserve St. Louis James Bullard memprediksi, bank sentral AS akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada kuartal pertama 2015. Prediksi ini lebih cepat dari perkiraan para koleganya. Beberapa penyebab kenaikan suku bunga acuan ini antara lain penurunan angka pengangguran dan percepatan inflasi.
Pada saat ditanyakan prediksinya mengenai kapan tepatnya suku bunga AS akan dinaikkan untuk pertama kali sejak 2006, dia menjawab akhir kuartal pertama tahun depan.
"The Fed semakin mendekati targetnya dari yang dihargai banyak orang. Perekonomian AS kian mendekati kondisi normal," jelas Bullard dalam wawancaranya dengan Fox Business Network.
Dia meramal, tingkat pengangguran akan turun ke bawah level 6% dan tingkat inflasi akan naik mendekati level 2% pada akhir tahun ini.
Sebelumnya, the Federal Open Market Committee berargumen mengenai seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menahan suku bunga acuan mendekati level nol setelah program stimulus berakhir pada akhir 2014. Pada pertemuan 18 Juni lalu, komite menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menahan suku bunga rendah untuk beberapa waktu ke depan setelah pembelian aset obligasi selesai.
Pada waktu itu, the Fed memprediksi, suku bunga acuan akan berada di level 1,13% pada akhir 2015 dan 2,5% pada tahun berikutnya.
Sementara, sejumlah ekonom yang disurvei Bloomberg pada periode 6-11 Juni memprediksi kenaikan suku bunga acuan akan naik pada kuartal ketiga tahun depan menjadi 0,5% dari sebelumnya 0,25%.













