Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pandemi COVID-19 bikin bisnis perusahaan rintisan di bidang akomodasi Oyo Hotels & Home terganggu. Kini Oyo telah menghentikan sementara operasinya, dan meliburkan ribuan pekerjanya.
Tak cuma bagi Oyo, kondisi tersebut juga bakal merugikan investornya terbesarnya yaitu Softbank Group Corp, termasuk CEO Masayoshi Son.
Baca Juga: Trump kecam pakar yang akui AS bisa selamatkan banyak nyawa bila bergerak lebih cepat
Sementara Ritesh dalam sebuah video pekan lalu memastikan para pekerjanya akan tetap aman tanpa ada pemberhentian. Ia juga mengatakan kini, Oyo memiliki lebih dari US$ 1 miliar simpanan di bank dan tengah mengeksplorasi opsi penyelamatan bisnis dalam tiga tahun ke depan.
Oyo berpotensi menambah portofolio investasi buruk yang dimiliki SofBank seketika setelah kolapsnya WeWork. Padahal, tahun lalu SoftBank mulai mencicip keuntungan dari Oyo yang punya valuasi US$ 10 miliar. Salah satu portofolio besar yang dimiliki SoftBank.
Sementara buat Masayoshi masalah yang menimpa bisa jadi lebih pelik. Masayoshi memberikan jaminan pribadi kepada CEO Oyo Ritesh Agrawasl yang mendapatkan pinjaman senilai US$ 2 miliar dari sejumlah lembaga keuangan misalnya Mizuho Financial Group Inc.
Pinjaman tersebut digunakan Ritesh buat untuk membeli kembali saham Oyo seiring meroketnya nilai valuasi. Jika nilai valuasi merosot, dua orang ini bakal menghadapi masalah serius sebab bank bakal meminta jaminan lebih.
Baca Juga: Kapal induk China bergerak di pasifik, Taiwan kerahkan kapal perang
“Ritesh akan menghadapi masalah seketika jika penurunan marjin. Ia mungkin perlu menjual sahamnya dengan potongan harga besar-besaran,” kata Kepala Riset United First Partners dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4).
Setelah WeWork Kolaps Son sempat mendeklarasikan bahwa SoftBank tak akan melakukan penyelamatan bagi perusahaan rintisan yang didanainya. Namun Oyo bisa jadi pengecualian, lantaran ada kepentingan pribadi dari Son. Dalam konteks ini, Dewan Komisaris SoftBank akan jadi penentu utama untuk menyelamatkan Oyo.
Baik Oyo, SoftBank, maupaun Mizuho enggan memberikan komentar.
Baca Juga: Gara-gara pelancong, kasus corona di China melonjak
Buat Son pribadi, jika akhirnya Oyo bernasib serupa WeWork bukan cuma kerugian finansial yang akan diterimanya, melainkan juga reputasinya sebagai investor perusahaan rintisan.
Bertahun-tahun, investasi Son telah telah berbalik cuan besar dari perusahaan-perusahaan seperti Alibaba Group Holding, dan Yahoo Inc. Namun sejak mendirikan Vision Fund pada 2017, reputasi Son mulai terkikis, WeWork jadi cerita paling tragis. Adapula Bradless Inc yang sudah gulung tikar, Zume Pizza yang telah memangkas pekerjanya, dan OneWeb yang mengajukan pailit.
Sejak 2017 Vision Fund telah memulai pendanaan US$ 250 juta ke Oyo. Aksi ini dilanjutkan pada 2018, Vision Fund memimpin seri pendanaan senilai total US$ 1 miliar yang beranggotakan Sequoia India, dan Airbnb Inc.
Baca Juga: Jepang bakal bayar perusahaan yang mau hengkang dari China, ini alasannya
Sejak kegagalan WeWork, Vision Fund juga terus membukukan kerugian, ini yang menimbulkan sentimen negatif di antara investor SoftBank. Vision Fund telah kehilangan US$ 11 miliar pada dua kuartal terakhir, dan potensi kegagalan Oyo diprediksi bakal makin memukul Vision Fund.












