Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah menyelenggarakan jamuan makan malam eksklusif di klub golf pribadinya di pinggiran Washington D.C., Kamis (22/5), untuk para pemegang koin kripto meme bertema dirinya, $TRUMP.
Acara ini berhasil menarik investor dari seluruh dunia, dengan total investasi mencapai sekitar US$148 juta atau sekitar Rp2,4 triliun (kurs Rp16.000 per dolar AS).
Salah satu tamu utama adalah pengusaha kripto kelahiran China, Justin Sun, yang memenangkan posisi pertama dalam kompetisi makan malam dengan nilai dompet kripto sebesar US$18,5 juta.
Baca Juga: Saat Donald Trump Menuduh Ada Genosida Kulit Putih di Afrika Selatan
Sun juga merupakan investor terbesar yang diketahui publik dan penasihat di World Liberty Financial, platform kripto milik keluarga Trump yang dikabarkan telah menghasilkan ratusan juta dolar.
Sehari sebelum acara, Sun membagikan video kunjungannya ke Gedung Eksekutif, yang terletak di sebelah Gedung Putih.
Menariknya, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini menangguhkan kasus dugaan penipuan terhadap Sun dari tahun 2023 dengan alasan kepentingan publik.
Sun menolak memberikan komentar resmi, namun menuliskan di platform X bahwa ia "bersyukur atas undangan tersebut." Pihak SEC juga menolak memberikan pernyataan.
Menurut data dari perusahaan intelijen kripto Inca Digital, sebanyak 25 pemegang terbesar koin $TRUMP telah menggelontorkan lebih dari US$111 juta untuk mendapatkan kursi di acara makan malam ini.
Baca Juga: Viral! Trump Bagikan Video Palsu Pukul Musisi Bruce Springsteen dengan Bola Golf
Empat investor teratas akan menerima jam tangan edisi terbatas Trump Tourbillon senilai US$100.000.
Laporan dari Chainalysis menunjukkan bahwa dua perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Trump masih memegang 80% dari total pasokan koin $TRUMP yang tersisa, dan telah mengantongi keuntungan hingga US$320 juta, termasuk tambahan setidaknya US$1,35 juta setelah pengumuman makan malam ini.
Lebih dari setengah dari 220 undangan yang hadir di acara bertema black-tie ini diperkirakan berasal dari luar Amerika Serikat.
Akses Eksklusif dan Isu Keamanan Nasional
White House sebelumnya menyatakan bahwa aset Trump dikelola dalam sebuah trust yang diawasi oleh anak-anaknya, dan bahwa Trump tidak terlibat langsung dalam operasional.
Baca Juga: Isu Genosida Picu Ketegangan Trump dan Presiden Afrika Selatan di Gedung Putih
Namun, baik Gedung Putih maupun Trump Organization tidak memberikan respons atas permintaan komentar dari media.
Sheldon Zia, pendiri bursa kripto BitMart yang berbasis di Kepulauan Cayman, menyatakan bahwa ia akan menghadiri tidak hanya jamuan makan malam, tetapi juga resepsi koktail VIP dan tur eksklusif pada hari berikutnya.
Sebelumnya, situs resmi koin $TRUMP menyebutkan bahwa 25 pemegang terbesar akan diajak tur ke Gedung Putih, namun informasi tersebut kini telah dihapus.
Investor domestik AS juga ikut ambil bagian. Vincent Deriu, seorang konsultan berusia 27 tahun dari New York, mengaku sudah memiliki puluhan jam tangan bermerek Trump, beberapa pasang sepatu sneakers Trump, dan lebih dari 50 NFT bertema Trump.
Ia akan hadir dalam acara tersebut setelah membeli koin senilai US$116.000.
Baca Juga: Ambisius, Donald Trump Bakal Bangun Golden Dome Senilai Rp 2.858 Triliun!
Protes dari Demokrat dan Pengawasan Ketat
Namun, acara ini menuai kritik tajam dari kalangan Demokrat. Mereka menggelar konferensi pers pada Kamis sebagai bentuk protes, serta menuntut agar nama-nama peserta diungkap ke publik.
“Dengan dompet kripto yang terhubung ke pihak asing, transaksi yang tak terlacak, dan media yang dilarang hadir, acara ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait pengaruh asing, keamanan nasional, dan potensi korupsi dalam kerajaan kripto Trump,” demikian pernyataan resmi dari sejumlah anggota parlemen Demokrat.
Dari seluruh bisnis kripto baru keluarga Trump yang kini mencakup bursa kripto, stablecoin, operasi penambangan bitcoin, dan ETF aset digital koin meme $TRUMP dinilai paling kontroversial.
Para pengkritik menyebutnya sebagai "perlombaan menuju dasar dalam eksploitasi jabatan presiden demi keuntungan pribadi."
Mereka menilai, koin ini memungkinkan Trump memanfaatkan industri tanpa regulasi untuk memperkaya diri dan memberi akses langsung kepada pihak asing melalui transaksi anonim.
Baca Juga: Jelang Pelantikan, Donald Trump Luncurkan Meme Coin Kripto $TRUMP
Investor Kecil Merugi, Investor Besar Untung
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, koin $TRUMP telah menghasilkan keuntungan besar bagi investor besar.
Menurut data dari Inca Digital dan Bubblemaps, lebih dari 60 dompet kripto skala besar memperoleh keuntungan sekitar US$1,5 miliar, termasuk US$48 juta setelah Trump mengumumkan kontes makan malam di media sosial.
Namun di sisi lain, sekitar 600.000 dompet kripto milik investor kecil mencatat kerugian total sebesar US$3,87 miliar, dengan US$117 juta dari jumlah tersebut terjadi setelah pengumuman makan malam.