kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.971   79,00   0,44%
  • IDX 5.908   -193,20   -3,17%
  • KOMPAS100 768   -27,35   -3,44%
  • LQ45 581   -17,02   -2,84%
  • ISSI 204   -7,29   -3,44%
  • IDX30 329   -9,06   -2,68%
  • IDXHIDIV20 403   -9,25   -2,24%
  • IDX80 87   -3,01   -3,34%
  • IDXV30 109   -2,09   -1,88%
  • IDXQ30 105   -2,38   -2,21%

Jaringan perusahaan ritel beroperasi kembali pasca gempa Jepang


Senin, 28 Maret 2011 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan sanksi baru terhadap Iran di Ruang Konferensi Pers Brady Gedung Putih di Washington, AS, 10 Januari 2020.


Reporter: Edy Can, Bloomberg | Editor: Edy Can

TOKYO. Jaringan perusahaan ritel mulai beroperasi pasca gempa dan tsunami yang menghantam Jepang pada 11 Maret lalu. Jaringan perusahaan ritel terbesar di dunia, Wal-Mart Stores Inc. misalnya akan membuka kembali setengah dari tokonya yang tutup akibat gempa dan tsunami tersebut.

Jaringan toko tersebut akan mulai beroperasi mulai hari ini (28/3). Sebelumnya, puluhan jaringan toko milik Wal-Mart yang bernama Seiyu, tutup.

Kepala Wal-Mart Divisi Asia Scott Price mengatakan, sebanyak 10 dari 12 toko akan beroperasi secepatnya. Sementara dua lainnya, menurutnya, butuh waktu lama untuk membersihkan toko dari rendaman lumpur.

7-Eleven juga telah membuka 95% dari 1.454 toko yang beroperasi di Tohoku dan Ibaraki. Juru bicara Seven & I Holding Katsuhiko Shimizu mengatakan, pihaknya sedang berusaha membuka toko di daerah yang terkena guncangan gempa dan tsunami meskipun hal tersebut sulit dilakukan. Seven & I Holding adalah operator 7-Eleven.

Beroperasinya jaringan perusahaan ritel ini merupakan kabar gembira bagi warga Jepang. Sebab, akibat gempa yang diikuti tsunami serta krisis nuklir telah membuat pasokan bahan makanan, air minum dan kebutuhan sehari-hari menjadi langka.

Penyebabnya karena banyak toko yang tutup. Toko-toko yang ditutup itu diantaranya milik Wal-Mart hingga 7-Eleven.

"Makanan, kebutuhan sehari-hari dan pakaian diperlukan karena kelangkaan barang-barang tersebut masih terjadi," kata analis Japaninvest KK Mikihiko Yamato.




TERBARU

[X]
×