kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Jelang Semifinal Piala Dunia, Prancis Hormati Kekuatan Spanyol Tanpa Rasa Takut


Selasa, 14 Juli 2026 / 16:47 WIB
Jelang Semifinal Piala Dunia, Prancis Hormati Kekuatan Spanyol Tanpa Rasa Takut
ILUSTRASI. Tim nasional Prancis menegaskan tidak gentar menghadapi Spanyol pada laga semifinal Piala Dunia yang akan digelar Selasa (15/7) (IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tim nasional Prancis menegaskan tidak gentar menghadapi Spanyol pada laga semifinal Piala Dunia yang akan digelar Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Meski demikian, Les Bleus menyadari kualitas lawan yang tampil impresif sepanjang turnamen, terutama lini pertahanan mereka yang nyaris sempurna.

Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dalam perjalanan menuju empat besar. Tim Matador kini memburu gelar Piala Dunia kedua mereka.

Prancis, yang menjadi juara dunia pada 2018 dan finalis pada edisi 2022, tidak asing dengan kekuatan Spanyol. Tim asuhan Didier Deschamps sebelumnya kalah dari Spanyol pada semifinal Euro 2024 dan kembali tersingkir oleh lawan yang sama pada semifinal UEFA Nations League tahun lalu.

Bek tengah Prancis, Ibrahima Konate, menegaskan timnya tidak memiliki rasa takut menjelang pertandingan penting tersebut.

"Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya berpihak kepada kami," ujar Konate dalam konferensi pers, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: New York Jadi Negara Bagian Pertama di AS yang Hentikan Pembangunan Pusat Data Baru

Konate juga menilai Spanyol memiliki kualitas merata di semua lini, sehingga Prancis tidak akan terpaku untuk mengawal satu pemain saja, termasuk bintang muda Lamine Yamal.

"Spanyol adalah tim yang luar biasa dengan banyak pemain berkualitas. Karena itu, kami tidak akan hanya fokus pada satu pemain, meskipun Lamine adalah pemain hebat," kata Konate, yang sempat tampil sebagai pemain pengganti saat Prancis mengalahkan Norwegia pada laga terakhir fase grup.

Sepanjang turnamen, Dayot Upamecano dan William Saliba menjadi duet bek tengah utama Prancis. Sebagai salah satu unggulan juara, Les Bleus kini berpeluang menembus final Piala Dunia untuk kelima kalinya.

Prancis tercatat berhasil mencapai empat dari tujuh final Piala Dunia terakhir. Jika mampu melaju ke partai puncak yang akan berlangsung pada 19 Juli di New York, mereka akan semakin mendekati catatan Jerman Barat yang dikenal sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah turnamen, dengan empat penampilan final antara 1974 hingga 1990.

Meski demikian, Konate menegaskan skuad Prancis tidak ingin terlena oleh peluang tersebut.

Baca Juga: Pengiriman Smartphone China Turun Selama Lima Kuartal Berturut, Ada Apa?

"Kami tetap rendah hati dan tidak akan terjebak dalam pemikiran seperti itu," ujarnya.

Tantangan besar menanti Prancis. Selain harus membongkar pertahanan terbaik di Piala Dunia edisi kali ini, mereka juga dituntut untuk membatasi pergerakan Lamine Yamal di sektor sayap.

Bek Prancis lainnya, Maxence Lacroix, mengakui kualitas Spanyol, tetapi menegaskan timnya tetap membidik kemenangan.

"Saya tidak akan mengatakan kami takut, tetapi kami menyadari kualitas mereka. Mereka telah memenangkan hampir semua pertandingan, kecuali hasil imbang 0-0 melawan Tanjung Verde di fase grup, sehingga kami sangat menghormati mereka. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas, tetapi kami ingin menang," ujar Lacroix.

Nama Lamine Yamal menjadi perhatian utama setelah mendapat banyak pujian dari pelatih Spanyol berkat kemampuannya merepotkan lini pertahanan lawan sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.

"Kami akan bertahan dengan baik, sebaik mungkin. Lamine adalah pemain yang sangat bagus dan dia telah menunjukkan bahwa dirinya mampu menyulitkan banyak tim di Piala Dunia ini. Kami akan melakukan segala hal yang diperlukan," tutup Lacroix.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×