Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pengiriman smartphone China turun 4,3% menjadi 66 juta unit pada kuartal kedua 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan riset IDC menyebut, penurunan ini karena banyak produsen menaikkan harga akibat meningkatnya biaya memori dan komponen.
Ini adalah penurunan kuartalan kelima berturut-turut pengiriman smartphone China. Adapun pengiriman hingga paruh pertama turun 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Huawei Technologies dan Apple adalah satu-satunya vendor yang mencatatkan pertumbuhan pada kuartal tersebut, dengan pengiriman masing-masing naik 19,4% dan 24,4%.
"Huawei dan Apple mempertahankan harga mereka tetap stabil sementara para pesaing menaikkan harga mereka, dan itu memberi pembeli yang ragu-ragu alasan untuk melanjutkan pembelian pada kuartal ketika sebagian besar pasar memberi mereka alasan untuk menunggu," kata Arthur Guo, analis senior di IDC China seperti dikutip Reuters, Selasa (14/7/2026).
Huawei berada di peringkat pertama dengan pangsa pasar 22,6%, sementara Apple berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 18,1%.
Xiaomi, yang berada di peringkat kelima, mencatatkan penurunan pengiriman sebesar 21,7% pada kuartal kedua. Sementara Oppo dan Vivo masing-masing mengalami penurunan pengiriman sebesar 9,7% dan 11,4%.
Menurut IDC, sebagian besar vendor Android menaikkan harga atau mengurangi fitur pada model-model murah sebagai respons terhadap melonjaknya biaya chip memori dan komponen lainnya, sehingga menghambat konsumen untuk melakukan upgrade.
Dampak subsidi pemerintah yang memudar juga menghilangkan penopang yang sebelumnya mendukung permintaan pada kuartal-kuartal sebelumnya.














