Reporter: Agung Ardyatmo, Independent | Editor: Uji Agung Santosa
LONDON. Manajemen brand sepatu ternama Jimmy Choo kini tengah mempertimbangkan beberapa langkah strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dua opsi yang muncul adalah menjual langsung perusahaan ke investor strategis, atau menyiapkan langkah penjualan saham perdana alias IPO.
Saat ini, para pemilik saham Jimmy Choo tengah mengadakan pembicaraan dengan salah salah satu penasehat investasi, terkait kedua opsi tersebut.
Jika menjual perusahaan menjadi pilihan, potensi dana yang bisa diraup berkisar 450 juta Pounds sampai 500 juta Pounds.
Brand Jimmy Choo pertama kali berdiri tahun 1996 silam. Jimmy Choo, desainer kelahiran Malaysia yang berbasis di London, mendirikan brand tersebut bersama mantan editor Vogue sekaligus sosialita Tamara Mellon.
Jimmy Choo mulai berkembang pesat setelah beberapa produk sepatunya digunakan oleh selebriti papan atas seperti Beyonce, dan juga para bintang Sex and The City. Tahun lalu, popularitas Jimmy Choo makin terdongkrak seiring penerbitan buku The Towering World of Jimmy Choo, yang menceritakan tentang seluk-beluk bisnis sepatu.
Saat ini, gerai Jimmy Choo telah tersebar di 32 negara berjumlah sekitar 100 gerai. Jimmy Choo pun dikenal sebagai salah brand ternama di industri fashion dunia.
Sayang, sang pemilik nama Jimmy Choo, telah menjual perusahaannya tahun 2001 silam senilai £ 8,8 juta. Namun, Mellon, masih menjadi pemilik saham sebanyak 18%, dan saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur Jimmy Choo.
Selain Mellon, pemilik Jimmy Choo lainnya adalah TowerBrook Capital Partners sebagai pemilik mayoritas, dan Lion Capital.













