kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Joe Biden: Militer AS akan tetap hadir di kawasan Indo-Pasifik!


Minggu, 02 Mei 2021 / 12:00 WIB


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan kembali bahwa AS akan setia untuk hadir di kawasan Indo-Pasifik saat berbicara di hadapan Kongres hari Rabu (28/4), 

Menurut sang presiden, AS akan mempertahankan kehadiran militer yang kuat di kawasan Indo-Pasifik seperti halnya NATO di Eropa. Biden bahkan mengakui telah menyampaikan secara langsung niat AS tersebut ke Presiden China, Xi Jinping.

"Saya juga memberi tahu Presiden Xi bahwa kita akan mempertahankan kehadiran militer yang kuat di Indo-Pasifik seperti yang kami lakukan dengan NATO di Eropa, bukan untuk memulai konflik, tetapi untuk mencegah konflik," ungkap Biden, seperti dikutip Sputnik News.

Biden menegaskan bahwa AS akan menentang perdagangan yang tidak adil, yang berdampak pada kepentingan pekerja dan perusahaan AS.

Baca Juga: China ke AS: Kompetisi haruslah balapan di trek, bukan duel sampai mati

Sebagai kekuatan global, AS akan memastikan bahwa negara lain, termasuk China, bermain dengan aturan yang sama dalam ekonomi global seperti AS.

Biden juga mengungkapkan keyakinannya bahwa AS sedang bersaing dengan China dan beberapa negara lain untuk memperebutkan kepemimpinan di abad ke-21.

"Amerika sedang bergerak maju, tapi kita tidak bisa berhenti sekarang. Kita bersaing dengan China dan negara lain untuk memenangkan abad ke-21. Kita ada di titik perubahan yang besar dalam sejarah," lanjut Biden.

Akan tetap menantang China

Biden yang baru mulai menjabat pada Januari lalu telah berulang kali menunjukkan arah kebijakannya terhadap China, yang pada dasarnya adalah menantang sejumlah manuver China.

Baca Juga: Belum pernah terjadi, China tugaskan tiga kapal perang di Laut China Selatan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×