kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Junta Myanmar putus internet, pengunjuk rasa tegaskan mereka tidak akan menyerah


Sabtu, 03 April 2021 / 05:17 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - YANGON. Para penentang aturan militer di Myanmar berbaris dan meletakkan karangan bunga pada hari Jumat (2/4/2021), ketika mereka mencoba menemukan cara alternatif untuk mengatur aksi unjuk rasa setelah pihak berwenang memutuskan jaringan internet.

Melansir Reuters, aksi protes terjadi hampir setiap hari sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari 2021. Ratusan warga sipil telah tewas dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan yang telah menuai kecaman internasional.

Pada hari Jumat, pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah aksi demonstrasi di dekat kota kedua Myanmar, Mandalay. Dalam kejadian itu, menurut tiga organisasi media domestik, ada empat orang yang terluka, dan dua lainnya dalam kondisi kritis. 

Portal berita Myanmar Now melaporkan, di kota Tamu di perbatasan India, seorang polisi yang mendukung pergerakan aksi demokrasi melakukan serangan granat di sebuah kantor polisi yang menewaskan lima polisi.  Pada akhirnya, polisi tersebut tewas di tangan tentara Myanmar.

Baca Juga: Peringatan utusan PBB: Pertumpahan darah di Myanmar akan segera terjadi

Di seluruh negeri, demonstran banyak meletakkan karangan bunga dengan pesan pembangkangan di tempat-tempat yang terkait dengan pembunuhan aktivis oleh pasukan keamanan.

Pihak berwenang, yang telah menutup data seluler dalam upaya untuk membungkam penentangan terhadap junta militer yang berkuasa, memerintahkan penyedia internet mulai Jumat untuk memutus broadband nirkabel, sehingga merampas sebagian besar akses pelanggan.

Baca Juga: Dua bulan, korban sipil yang tewas akibat kudeta Myanmar menembus angka 500

Sebagai tanggapan, kelompok pro-demokrasi berbagi frekuensi radio, aplikasi offline yang bekerja tanpa koneksi data, dan menggunakan pesan SMS sebagai alternatif layanan data untuk berkomunikasi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×