kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kabut asap menyelimuti Singapura


Senin, 06 Oktober 2014 / 19:56 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah pisang untuk kesehatan tubuh.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

SINGAPURA. Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Singapura kini kembali dibuat sesak napas akibat kiriman asap dari Indonesia. Kondisi sempat membaik dalam dua pekan, namun asap yang berasal dari sejumlah titik api di Sumatera kembali menyelimuti negeri kota itu.

Berdasarkan data dari National Environment Agency (NEA), standar indeks polutan (PSI) pada Senin (6/10) mencapai angka 125. Padahal katagori udara sehat yang bisa dihirup manusia hanya boleh memiliki PSI maksimal 100. Celakanya, NEA memperkirakan kondisi selimut kabut pekat ini akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, kondisi udara Singapura di pagi hari masih terbilang segar. Namun, semakin siang kondisi udara semakin buruk dan semakin sulit bagi warga Singapura untuk bernapas dengan bebas.

Pemerintah Singapura akhir bulan lalu menyambut baik keputusan pemerintah Indonesia yang meratifikasi perjanjian kerja sama ASEAN untuk menanggulangi kabut asap. Namun Singapura menekankan implementasi di lapangan untuk memerangi kabut asap ini merupakan hal yang terpenting.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×