kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,78   -2,97   -0.33%
  • EMAS1.318.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kacau, obat yang dikonsumsi Trump justru tingkatkan risiko kematian pasien corona


Sabtu, 23 Mei 2020 / 14:53 WIB
Kacau, obat yang dikonsumsi Trump justru tingkatkan risiko kematian pasien corona
ILUSTRASI. U.S. President Donald Trump holds up a protective face shield during a tour of the Ford Rawsonville Components Plant that is manufacturing ventilators, masks and other medical supplies during the coronavirus disease (COVID-19) pandemic in Ypsilanti, Michi


Sumber: BBC | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - LONDON/WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, mengkonsumsi hydroxychloroquine untuk menangkal virus corona. Namun ternyata obat tersebut justru meningkatkan risiko kematian pasien Covid-19.

Mengutip BBC Sabtu (23/5), kajian jurnal ilmiah, Lancet menyebutkan, penanganan pasien corona dengan obat antimalaria hydroxychloroquine sama sekali tidak ada manfaatnya.  Betul, hydroxychloroquine aman bagi pasien malaria, serta pasien lupus atau arthritis. Namun tidak ada uji klinis yang merekomendasikan obat tersebut bagi pasien yang terjangkit virus corona.

Kajian terbaru melibatkan 96.000 pasien Covid-19. Dari jumlah itu, hampir 15.000 di antara mereka diberikan hydroxychloroquine. Baik sebagai obat tunggal maupun didampingi antibiotik. Hasil kajian menyebutkan: kemungkinan besar pasien yang meninggal di rumah sakit dan mengalami komplikasi detak jantung adalah mereka yang mengonsumsi hydroxychloroquine.

Hasil kajian itu mengejutkan 

Tingkat kematian kelompok pasien Covid-19 adalah hydroxychloroquine  18% dan chloroquine 16,4%. Sedangkan pasien yang tidak mengonsumsi hydroxychloroquine  dan chloroquine  9%. Adapun tingkat kematian  pasien yang diberikan hydroxychloroquine  dan chloroquine, digabungkan dengan antibiotik, bahkan lebih tinggi.  Para peneliti memperingkatkan,  hydroxychloroquine  sebaiknya tidak diberikan di luar uji klinis.

Ketika diikonfirmasi mengenai kajian Lancet ini, Koordinator Gugus Tugas Gedung Putih Penanganan Virus Corona,Deborah Birx mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS alias FDA sudah sangat jelas mengutarakan  kerisauan mengenai penggunaan  hydroxychloroquine   sebagai obat pencegahan virus corona atau perawatan pasien Covid-19. Sementara Marcos Espinal, Direktur Organisasi Kesehatan Pan American yang merupakan  bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menekankan  tidak ada uji klinis yang pernah merekomendasikan  hydroxychloroquine  sebagai obat penanganan pasien Covid-19, 

Beberapa hari lalu, berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan kepada wartawan ia mulai minum obat malaria dan lupus baru-baru ini. "Aku mengkonsumsinya selama sekitar 1,5 pekan sekarang dan aku masih di sini, aku masih di sini," katanya dalam sebuah pengumuman yang mengejutkan. Ketika ditanya apa bukti manfaat positif hydroxychloroquine, Trump berkata: "Ini bukti saya: Saya mendapat banyak panggilan positif tentang hal itu."




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Practical Business Acumen

[X]
×