Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Otoritas China memperluas penyelidikan terhadap PDD Holdings Inc., pemilik e-commerce Temu. Bloomberg memberitakan, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, otoritas China mengirim lebih dari 100 penyelidik dari berbagai lembaga ke kantor pusat PDD di Shanghai dalam beberapa pekan terakhir.
Sumber tersebut mengungkap, sebuah tim investigasi khusus, yang terdiri dari regulator dari berbagai lembaga, termasuk State Administration for Market Regulation (SAMR) dan State Taxation Administration (STA), telah melakukan pemeriksaan ekstensif di lokasi.
Investigasi tersebut sebagian dipicu oleh baku hantam antara karyawan PDD dan inspektur SAMR pada bulan lalu. Pemeriksaan yang dilakukan kali ini mencakup berbagai dugaan pelanggaran, mulai dari pengiriman fiktif hingga masalah perpajakan.
Baca Juga: China Akan Luncurkan Strategi Baru untuk Mendorong Konsumsi Lima Tahun ke Depan
Pengawasan yang lebih ketat ini berpotensi mengganggu aktivitas bisnis PDD dan semakin mengguncang investor. Pengawasan tersebut juga telah memperlambat kampanye pemasaran menjelang Tahun Baru Imlek dan menunda proyek yang sedang berjalan. Pasalnya, para staf harus bersiap untuk inspeksi dan wawancara lebih lanjut.
Kemunduran ini terjadi pada saat PDD juga tengah mengalami kesulitan. November lalu, PDD memperingatkan tentang potensi perlambatan bisnis di pasar China akibat persaingan yang sangat kompetitif dengan perusahaan lain, seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan JD.com Inc.
Perwakilan PDD, SAMR, dan STA tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan Bloomberg.
Baca Juga: Wisatawan China ke Jepang Anjlok 45%, Ini Penyebabnya!
Beberapa tahun terakhir, PDD telah tumbuh dari perusahaan kecil yang didukung modal ventura menjadi salah satu pemain e-commerce terkemuka di China. Bahkan, kapitalisasi pasar PDD pernah melampaui Alibaba.
Saat ini, PDD paling dikenal secara internasional sebagai pemilik Temu, dan bersaing dengan Shein di AS dan Eropa.
Pengawasan dari SAMR memiliki bobot khusus, terutama setelah penyelidikan antimonopoli terhadap Alibaba di 2020 memicu penindakan di seluruh sektor. Pertumbuhan PDD yang sangat pesat, serta ekspansi global Temu, meningkatkan perhatian regulator di luar China.
Baca Juga: China Ingatkan Jepang Akan Menderita Kekalahan Telak Jika Campur Tangan di Taiwan
Regulator China telah memperketat pengawasan terhadap platform internet di negara tersebut. Otoritas pajak tahun lalu memerintahkan para perusahaan raksasa e-commerce untuk menyerahkan data penjualan untuk melawan penghindaran pajak. Ini pertama kalinya dilakukan.













