kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.575   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kasus corona di Rusia sentuh 52.000, Putin: Puncak wabah belum datang


Selasa, 21 April 2020 / 16:09 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan yang mengenakan masker pelindung membersihkan dan mensterilkan kereta bawah tanah, sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di Moskow, Rusia, 16 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Walau ada larangan, Putin menyebutkan dalam pertemuan dengan para pejabat dan pakar kesehatan, Senin (20/4), infeksi virus corona telah menyebar dari daerah yang paling parah di Moskow dan menembus lebih dari 80 wilayah di Rusia.

"Meskipun demikian, kami telah berhasil memperlambat proses ini dan menahannya," kata Putin dalam pertemuan yang disiarkan langsung televisi dan dilansir Reuters. "Tapi, puncak dari wabah virus corona belum datang".

Data Pusat Penanganan Krisi Virus Corona menyatakan, hasil pengujian di antara orang-orang tanpa gejala klinis menunjukkan, virus mematikan itu telah menyusup lebih dalam ke populasi di Moskow, Ibu Kota Rusia.

Baca Juga: Kasus bertambah, China khawatir kemunculan kembali infeksi lokal

Melansir Reuters, Wakil Perdana Menteri Rusia Tatiana Golikova memperingatkan, jumlah kasus virus corona di daerah-daerah lainnya rata-rata dua sampai tiga minggu di belakang tingkat pertumbuhan infeksi Moskow.

Pada pertemuan itu, Alexander Gorelov, Wakil Direktur Rospotrebnadzor, lembaga penelitian di bawah Badan Pengawas Keselamatan Kesehatan Masyarakat, mengidentifikasi 285 titik infeksi di seluruh negeri dan 64%-nya adalah rumahsakit.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×