kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Kasus corona Singapura, ada yang terkait pertemuan bisnis di hotel


Sabtu, 22 Februari 2020 / 18:54 WIB
Kasus corona Singapura, ada yang terkait pertemuan bisnis di hotel
ILUSTRASI. Pengunjung Singapore Airshow di Singapore 11 Februari 2020. REUTERS/Edgar Su

Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Kementerian Kesehatan Singapura kemarin (21/2) melaporkan bahwa 10 pasien infeksi COVID-19 telah keluar dari rumah sakit. Berarti, secara keseluruhan, 47 telah pasien pulih sepenuhnya dari infeksi.

Melalui rilis pers yang dikutip artikel ini, Singapura secara terbuka mengumumkan hasil pelacakan untuk mengetahui bagaimana para pasien tertular, termasuk keterkaitan mereka dengan lokasi atau kegiatan tertentu.

Dua dari kasus yang terkonfirmasi, misalnya, terkait dengan The Life Church and Missions Singapore di 146B Paya Lebar Road. Lalu, sembilan kasus terkait dengan Yong Thai Hang di 24 Cavan Road.

Baca Juga: Muncul kasus tanpa kejelasan penularan, WHO khawatirkan penyebaran di luar China

Tiga kasus terkait dengan sebuah pertemuan bisnis pribadi yang diadakan di Grand Hyatt Singapura dari 20 hingga 22 Januari 2020.

Lalu, lima kasus terkait dengan lokasi konstruksi Seletar Aerospace Heights. Adapun 22 kasus terkait dengan aktivitas Grace Assembly of God.

Salah satu kasus terbaru menimpa Warga Negara Singapura laki-laki berusia (24 tahun) tanpa riwayat perjalanan ke Tiongkok. Kini dia saat ini dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong (NTFGH).

Dia melaporkan timbulnya gejala pada 14 Februari dan telah mencari pengobatan di dua klinik dokter umum pada 16 Februari dan 18 Februari. 

Baca Juga: Seorang TKI curi ribuan masker di Hong Kong demi pengobatan ayahnya, ini hukumannya

Dia pergi ke gawat darurat di Rumah Sakit Umum Ng Teng Feng pada 19 Februari dan segera diisolasi. Hasil tes selanjutnya mengkonfirmasi infeksi COVID-19 pada 20 Februari sore.

Sebelum masuk rumah sakit, dia tinggal di rumahnya di Bukit Batok East Avenue 5. Dia adalah seorang mahasiswa di Institut Teknologi Singapura, tetapi tidak pergi ke sekolah sejak timbulnya gejala.

Kasus lain menimpa warga negara Tiongkok (36 tahun), pemegang Singapore Work Pass. Dia juga tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke Tiongkok. Saat ini dia berada di ruang isolasi di National Center for Infectious Diseases (NCID).

Baca Juga: Terjadi lagi, pasien virus corona kembali masuk rumah sakit setelah dinyatakan sembuh

Dia melaporkan timbulnya gejala pada 14 Februari dan telah mencari pengobatan di klinik dokter umum pada 14 Februari, 16 Februari dan 19 Februari, serta Yishun Polyclinic pada 19 Februari. 

Dia dibawa ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat dengan ambulans pada hari yang sama. Hasil tes selanjutnya mengkonfirmasi infeksi COVID-19 pada 20 Februari pagi.

Sebelum masuk rumah sakit, ia lebih banyak tinggal di apartemen sewaan di Woodlands Avenue 6, kecuali untuk mencari perawatan medis.

Baca Juga: Wuhan masih dalam isolasi, warga: tolong pertemukan kami!



TERBARU

[X]
×