kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.027   -112,00   -0,65%
  • IDX 7.197   225,55   3,24%
  • KOMPAS100 994   36,04   3,76%
  • LQ45 726   24,41   3,48%
  • ISSI 257   7,11   2,85%
  • IDX30 396   13,68   3,58%
  • IDXHIDIV20 483   11,42   2,42%
  • IDX80 112   3,91   3,62%
  • IDXV30 133   2,18   1,68%
  • IDXQ30 128   3,64   2,93%

Kasus kematian turun, Italia siap melonggarkan kebijakan lockdown


Senin, 06 April 2020 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Peti mati terlihat di dalam sebuah gereja di Serina dekat Bergamo, salah satu kota di Italia yang paling parah terkena penyakit virus corona baru (COVID-19), Italia, 22 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Negara berpenduduk 60 juta ini menjadi negara demokrasi Barat pertama yang secara sukarela menutup hampir semua bisnis dan melarang pertemuan publik, termasuk sekadar jalan-jalan di taman, pada 12 Maret lalu.

Harian Corriere della Sera melaporkan, pemerintah akan membuka bisnis secara bertahap. Orang Italia kelak boleh pergi bekerja tapi wajib memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain sejauh dua meter setiap saat.

Selain kematian, jumlah pasien virus corona yang tidak kritis di Italia yang masih menjalani perawatan di rumahsakit untuk pertama kali turun pada Minggu (5/4) menjadi 28.949 orang dibanding Sabtu (4/4) sebanyak 29.010 orang.

Baca Juga: Gara-gara corona, nyaris setengah juta perusahaan di China gulung tikar

Jumlah pasien dalam kondisi kritis yang tengah menjalani perawatan di rumahsakit juga turun, dari 3.994 pada Sabtu (4/4) menjadi 3.977 di Minggu (5/4). Ini merupakan penurunan harian kedua secara berturut-turut.

Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia Angelo Borrelli menyebutkan, penurunan jumlah kematian pada Minggu (5/4) merupakan "kabar baik".
"Tapi, kita seharusnya tidak membiarkan penguncian kita longgar," sebut dia seperti dilansir Channelnewsasia.com.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×