Kasus Subvarian Omicron BA.2 Melonjak, Ini Kabar Buruk dan Kabar Baiknya

Kamis, 10 Februari 2022 | 07:26 WIB Sumber: NDTV,Yahoo News
Kasus Subvarian Omicron BA.2 Melonjak, Ini Kabar Buruk dan Kabar Baiknya

ILUSTRASI. Omicron BA.2 kemungkinan akan menjadi virus dominan di seluruh dunia karena transmisibilitasnya yang tinggi. REUTERS/Pavel Mikheyev


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Dua tahun setelah pandemi COVID-19, dan tepat ketika kasus baru dan rawat inap di AS menurun, subvarian Omicron yang disebut BA.2 mengalami lonjakan yang signifikan di beberapa bagian dunia.

Melansir Yahoo News, Dorit Nitzan, direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan kepada Jerusalem Post pada hari Senin bahwa Omicron BA.2 kemungkinan akan menjadi virus dominan di seluruh dunia karena transmisibilitasnya yang tinggi. 

“Lintasan yang diharapkan adalah bahwa itu akan menjadi varian dominan baru, karena setelah melewati ambang batas tertentu, BA.2 menjadi dominan – seperti yang kita lihat di Denmark dan Inggris,” kata Nitzan.

Sementara varian Omicron asli, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada akhir November, masih bertanggung jawab atas sebagian besar kasus baru di sebagian besar negara, BA.2 telah menyebar dengan cepat di tempat-tempat seperti Afrika Selatan, India, Inggris dan Denmark.

Baca Juga: Kasus Covid-19 9 Februari 2022 Muncul 46.843, Ini Ciri-Ciri Omicron Anak & Balita

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Omicron BA.2 beredar pada tingkat yang rendah, terhitung kurang dari 4% dari kasus virus corona baru. 
Tetapi beberapa ahli percaya itu hanya masalah waktu sampai subvarian mengambil alih dan menjadi dominan.

“Setiap kali suatu varian lebih mudah menular, bahkan jika itu sedikit lebih menular, tampaknya telah mengambil dominasi itu,” jelas Dr. Monica Gandhi, seorang spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran di University of California, San Francisco, mengatakan kepada Yahoo News. 

Baca Juga: Jika Merasa Sakit di Dua Bagian Tubuh Ini, Bisa Jadi Pertanda Omicron

“Jadi Delta jauh lebih menular daripada Alpha. Ini kemudian mengambil alih. Kemudian Omicron empat kali lebih menular daripada Delta. Ini mengambil alih. Jika BA.2 lebih menular daripada BA.1, itu juga akan mengambil alih,” katanya.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru