Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.515
  • EMAS662.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kehilangan 204.000 follower, Trump komplain kepada CEO Twitter

Rabu, 24 April 2019 / 07:02 WIB

Kehilangan 204.000 follower, Trump komplain kepada CEO Twitter
ILUSTRASI. Twitter resmi Donald Trump

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump bertemu CEO Twitter Inc Jack Dorsey pada hari Selasa. Dalam kesempatan itu dia banyak bertanya mengapa kehilangan beberapa follower Twitter. 

Sumber yang mengetahui tentang masalah tersebut mengatakan kepada Reuters. Pertemuan di Gedung Putih pekan lalu itu berlangsung beberapa jam setelah Trump kembali menyerang perusahaan media sosial atas klaimnya bahwa mereka bias terhadap kaum konservatif.


"Pertemuan hebat siang ini di @WhiteHouse dengan @Jack dari @Twitter. Banyak topik yang dibahas mengenai platform mereka, dan dunia media sosial secara umum. Nantikan terus dialog terbuka!" ujar Trump, memposting foto Dorsey dan yang lainnya bersamanya di Oval Office.

Sebelumnya, pada hari Selasa, Trump menuduh Twitter bias terhadapnya tanpa memberikan bukti. Dia berkicau bahwa Twitter tidak "memperlakukan saya dengan baik sebagai seorang Republikan. Sangat diskriminatif."

Lewat sebuah pernyataan, Twitter mengatakan bahwa Dorsey melakukan pertemuan konstruktif dengan presiden Amerika Serikat atas undangan presiden. Mereka membahas komitmen Twitter untuk melindungi kesehatan percakapan publik menjelang pemilihan umum AS 2020. 

Tidak seperti eksekutif perusahaan teknologi AS lainnya, Dorsey sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Trump. Dia tidak diundang ke pertemuan Desember 2016 dengan presiden terpilih Trump yang menampilkan perusahaan teknologi besar lainnya. Reuters melaporkan pada tahun 2016 Trump marah terhadap Twitter karena menolak kesepakatan iklan kampanyenya.

Pada Oktober 2018, Trump menulis bahwa "Twitter telah menghapus banyak orang dari akun saya dan, yang lebih penting, mereka tampaknya telah melakukan sesuatu yang membuatnya lebih sulit untuk bergabung - mereka telah menghambat pertumbuhan ke titik di mana hal itu jelas bagi semua. Beberapa minggu lalu itu adalah Rocket Ship, sekarang ini adalah Blimp! Total Bias?"

Setiap pengurangan follower kemungkinan merupakan akibat langkah Twitter untuk menghapus jutaan akun mencurigakan yang digunakan dalam penyebaran hoaks yang mencoba mempengaruhi pemilih dalam pemilihan presiden AS 2016 dan pemilihan lainnya, Reuters melaporkan pada Oktober.

Saham di Twitter melonjak 13% pada hari Selasa setelah melaporkan pendapatan triwulanan di atas perkiraan analis. Manajemen Twitter mengaku hasil itu merupakan dampak menyingkirkan spam dan posting kasar, serta menargetkan iklan yang lebih baik.

Trump kehilangan 204.000 (-0,4%) dari 53,4 juta pengikutnya pada Juli ketika Twitter memulai pembersihan akun yang mencurigakan, menurut perusahaan data media sosial Keyhole.

Akun Trump merupakan salah satu yang paling banyak punya follower di Twitter. Berulang kali dia mengkritik perusahaan dan pesaing media sosialnya atas apa yang dia sebut bias terhadap kaum konservatif, sesuatu yang dibantah Twitter.


Sumber : Reuters
Editor: Hasbi Maulana
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0481 || diagnostic_web = 0.3074

Close [X]
×