Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kereta penumpang pertama antara China dan Korea Utara setelah six-year hiatus dijadwalkan berangkat dari Beijing pada Kamis (12/3), sebagai bagian dari langkah China memperkuat infrastruktur lintas batas dan membangun kembali hubungan bilateral.
Kereta K27 akan menempuh perjalanan sekitar 24 jam 41 menit, melewati utara Laut Bohai dengan pemberhentian di kota perbatasan Dandong di timur laut China, dan dijadwalkan tiba di Pyongyang pada Jumat pukul 18:07 waktu setempat (09:07 GMT), menurut pengumuman otoritas kereta api China pada Selasa.
Baca Juga: Pokemon Pokopia Dongkrak Sentimen Momentum Penjualan Nintendo Switch 2
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada wartawan Rabu bahwa China dan Korea Utara adalah "tetangga yang bersahabat" dan layanan kereta penumpang lintas batas ini mempermudah pertukaran orang-ke-orang antara kedua negara.
"China mendukung penguatan komunikasi antara pihak berwenang di kedua sisi untuk menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi pertukaran personel bilateral," ujar juru bicara tersebut.
Layanan kereta ini sempat dihentikan saat pandemi COVID-19 melanda pada 2020.
Tiket Terbatas
Rute Beijing-Pyongyang akan beroperasi empat hari dalam seminggu kedua arah, yaitu Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu, sementara rute Dandong-Pyongyang akan beroperasi setiap hari kedua arah, menurut pengumuman otoritas kereta api China.
Baca Juga: Nissan, Uber, dan Wayve Kolaborasi Kembangkan Robotaxi, Uji Coba di Tokyo Mulai 2026
Tiket, yang hanya diperuntukkan bagi pemegang visa bisnis, telah habis terjual untuk keberangkatan Kamis, namun tiket untuk 18 Maret masih tersedia, kata salah satu agen perjalanan di Beijing.
Biro berita negara Xinhua menyebut rute ini bertujuan untuk mempermudah perjalanan lintas batas, kerja sama ekonomi dan perdagangan, serta pertukaran budaya.
Korea Utara tetap tertutup untuk wisatawan asing, dengan pengecualian terbatas terutama bagi kelompok tur Rusia di bawah pengaturan terbatas, menurut agen perjalanan yang menyelenggarakan tur ke negara tersebut.













