kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.053   36,00   0,21%
  • IDX 7.047   -44,28   -0,62%
  • KOMPAS100 972   -5,22   -0,53%
  • LQ45 716   -1,40   -0,20%
  • ISSI 251   -1,62   -0,64%
  • IDX30 389   0,29   0,08%
  • IDXHIDIV20 488   -1,81   -0,37%
  • IDX80 110   -0,53   -0,48%
  • IDXV30 135   -1,01   -0,74%
  • IDXQ30 127   -0,04   -0,03%

Ketegangan di Laut China Selatan, Taiwan: Risiko konflik tidak disengaja meningkat


Kamis, 27 Agustus 2020 / 16:36 WIB
Ketegangan di Laut China Selatan, Taiwan: Risiko konflik tidak disengaja meningkat
ILUSTRASI. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengunjungi Komando Angkatan Darat ke-6, menjelang Tahun Baru Imlek, di Taoyuan, Taiwan, 25 Januari 2019.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Akibatnya sekarang, ada pengawasan yang lebih ketat atas situasi di Selat Taiwan. "Masih ada kekhawatiran yang signifikan atas potensi kecelakaan, mengingat peningkatan aktivitas militer di wilayah tersebut," ujarnya. 

"Oleh karena itu, kami percaya akan penting bagi semua pihak untuk menjaga jalur terbuka dan komunikasi untuk mencegah salah tafsir atau kesalahan perhitungan," imbuh dia.

Tsai menyebutkan, Taiwan perlu memperkuat kemampuan pertahanannya, yang telah dia jadikan prioritas.

Baca Juga: Taiwan ultimatum Taobao milik Alibaba: Daftar ulang atau hengkang!

"Kami melakukan ini karena kami tahu bahwa dalam konteks situasi kami saat ini, kekuatan dapat dikaitkan dengan pencegahan. Ini juga mengurangi risiko petualangan militer," katanya.

Tsai menegaskan kembali komitmennya pada perdamaian dan keinginan untuk menjalin komunikasi. "Kami terbuka untuk diskusi dengan China, selama mereka berkontribusi pada hubungan yang menguntungkan," ujar dia.

Tetapi, Tsai menegaskan, Beijing harus menerima bahwa sebagai negara demokrasi. Sebab, hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depannya.

Baca Juga: China agendakan latihan militer terpadu di sekitar wilayah Taiwan

China telah menolak untuk berbicara dengan Tsai. Beijing percaya, Tsai adalah separatis yang bertekad mendeklarasikan Republik Taiwan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×