Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) Kevin Warsh menilai, ekonomi global tengah memasuki fase lonjakan investasi yang berpotensi mendorong pertumbuhan.
Pandangan tersebut disampaikan Warsh dalam pertemuan para menteri keuangan dan pejabat ekonomi negara-negara G20 pada Senin (31/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi agenda internasional pertama yang dihadiri Warsh sejak menjabat sebagai Ketua The Fed pada Mei 2026.
Baca Juga: Liverpool Resmi Datangkan Bradley Barcola dari PSG Senilai £120 Juta
Warsh mengatakan kondisi ekonomi global saat ini berbeda dengan situasi yang kerap dibahas dalam pertemuan G20 sebelumnya.
Pada masa lalu, para peserta pertemuan sering membahas fenomena global savings glut atau kelebihan tabungan global.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar modal menganggur karena terbatasnya peluang investasi yang menarik.
Namun, menurut Warsh, kondisi tersebut kini telah berbalik.
“Jika saya mencoba menggambarkan kondisi saat ini, saya akan menyebutnya sebagai lonjakan investasi global,” kata Warsh dalam sesi pleno pembukaan G20.
Menurut dia, peningkatan investasi tersebut turut membantu mendorong pertumbuhan ekonomi global.
Warsh juga mengatakan konsep secular stagnation atau stagnasi sekuler yang sebelumnya digunakan untuk menggambarkan periode pertumbuhan ekonomi rendah tidak lagi sepenuhnya relevan dengan kondisi saat ini.
Baca Juga: Decathlon akan Akuisisi 50% Sport 2000 France, Bidik Pasar Ski
Investasi Dorong Pertumbuhan
Dalam pertemuan tersebut, Warsh mengatakan dirinya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota G20.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perubahan pola arus modal global. Jika sebelumnya dunia menghadapi kondisi kelebihan tabungan dan kekurangan peluang investasi, kini investasi justru meningkat.
Warsh mengingatkan bahwa pembahasan mengenai global savings glut telah menjadi topik dalam berbagai pertemuan G20, termasuk sebelum krisis keuangan global 2008 dan pada tahun-tahun setelahnya.
Menurut dia, perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran mendasar dalam dinamika ekonomi global.
Baca Juga: Iran Masih Buka Jalur Diplomasi, Harga Minyak Dunia Terangkat
Meski Warsh tidak memberikan rincian mengenai negara atau sektor yang menjadi sumber utama lonjakan investasi, pandangannya menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas investasi dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi global ke depan.
Pernyataan Warsh juga muncul ketika investor global masih mencermati arah kebijakan moneter AS.
Pasar sebelumnya meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah Warsh menyampaikan pandangan yang lebih hawkish mengenai inflasi.














