CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kiamat PC tak menerjang industri game


Rabu, 10 April 2013 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Promo Tiket World Superbike 2021 Indonesian Round, Diskon s.d Rp2Juta di Tiket.com


Reporter: Dyah Megasari |

Akibat popularitas perangkat tablet dan smartphone yang makin menanjak, pasar PC (desktop dan laptop) diprediksi bakal makin lesu.

Tapi agaknya kemerosotan industri yang disebut "post-PC era" atau "Kiamat PC" ini tak berlaku untuk industri game komputer.

Seperti dilaporkan oleh analis David Cole dari lembaga riset industri hiburan dan video game DFC Intelligence, pasaran game PC tumbuh 8% tahun 2012 lalu hingga mencapai nilai US$ 20 miliar.

Sepertiga nilai itu (US$ 6,8 miliar) disumbang oleh China, negara yang memiliki angka pertumbuhan pasar game PC tertinggi di dunia sebesar 9%. Penduduk di Negeri Tirai Bambu ini konon memang lebih mudah mengakses PC dibanding konsol game.

"Biarpun media terfokus pada game pada perangkat mobile dan jejaring sosial, nyatanya sekarang sudah ada 1 miliar pemain game PC di seluruh dunia dan angka tersebut akan terus tumbuh seiring dengan semakin banyaknya PC yang tersambung ke internet," ujar Cole seperti dikutip oleh PCWorld.

Pasar PC lainnya juga menunjukkan pertumbuhan, seperti wilayah Korea Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Bergeser ke mobile

Direktur eksekutif PC Gaming Alliance Erik Noreke mengamati bahwa industri video game tengah mengalami pergeseran ke arah mobile.

"Kinerja PC portabel generasi terbaru untuk pertama kalinya memungkinkan gamer untuk bermain dalam perjalanan. Mereka tak lagi terbatas di lingkungan rumah saja," ujar Noreke.

Menurutnya bahwa PC desktop tak lagi menjadi pilihan utama bagi para gamer, seiring dengan semakin banyaknya laptop yang dilengkapi pengolah grafis dan sistem audio high-end.

Scott Steinberg, konsultan industri game dari TechSavvyGlobal.com, berpendapat bahwa PC turut memperoleh manfaat dari popularitas tablet dan smartphone.

"Berkat tren mobile itu, kini muncul laptop yang lebih tipis dan memiliki sejumlah fitur ala tablet seperti touch screen dan konektivitas internet yang selalu tersambung," jelas Steinberg. "Laptop saat ini memang belum secanggih desktop, tapi mereka memberikan kombinasi daya dan performa yang tepat."

Bagaimana dengan konsol game next-gen? Steinberg mengatakan bahwa konsol-konsol canggih seperti Xbox 720 dan PlayStation 4 seharusnya tidak mengurangi audience game PC. "Soalnya, pemain konsol juga bermain game pada PC. (Oik Yusuf/KompasTekno)




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×