kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Kian panas, Korea Utara ancam batalkan perjanjian damai di perbatasan dengan Korsel


Rabu, 17 Juni 2020 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. Seorang tentara Korea Utara terlihat di samping pos jaga di dalam wilayah Korea Utara dalam gambar ini diambil di dekat zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea di Paju, Korea Selatan 16 Juni 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji


Sumber: AFP | Editor: Tendi Mahadi

Di bawah perjanjian itu, kedua negara menghentikan latihan penembakan langsung, menghilangkan beberapa ranjau darat dan menghancurkan pos-pos penjagaan di dalam perbatasan paling bersenjata di dunia. 

Beberapa pengamat mengatakan langkah-langkah ini lebih merugikan keamanan Korea Selatan karena senjata nuklir Korea Utara tetap utuh.

Baca Juga: Korea Utara vs Korea Selatan: Korea Utara akan kirim pasukan ke zona demiliterisasi

Beberapa analis memperkirakan Korea Utara akan melakukan provokasi untuk merebut konsesi karena ekonominya kemungkinan memburuk di bawah sanksi yang dipimpin AS dan pandemi coronavirus. 

Korea Utara mungkin juga frustrasi karena sanksi itu mencegah Seoul dari melepaskan diri dari Washington untuk melanjutkan proyek ekonomi bersama dengan Pyongyang.

Kantor Berita Korea Utara melaporkan langkah-langkah garis keras ini diambil untuk membalas kegagalan Korea Selatan untuk mencegah aktivis dari melebarkan selebaran propaganda melintasi perbatasan.

Baca Juga: Pamer kemarahan, Korut merilis foto ledakan dahsyat kantor penghubung dengan Korsel




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×