kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Korea Selatan mengerek anggaran pertahanan


Selasa, 29 Agustus 2017 / 09:08 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk menambah anggaran pertahanan tahun depan. Kenaikan anggaran mencapai 6,9% menjadi 43,1 triliun won atau setara US$ 38,4 miliar.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengungkapkan akan berupaya memperkuat persenjataan untuk mengantisipasi serangan nuklir dan misil Korea Utara. Kenaikan ini merupakan level tertinggi sejak 2009 yang disetujui oleh Majelis Nasional.

Kantor berita Yonhap melaporkan, pemerintahan Moon Jae-in berniat memperkuat pasukan yang saat ini terdiri dari sekitar 625.000 orang dan sistem persenjataan. Pemerintah akan mengguyurkan 13,5 triliun won di berbagai proyek pengadaan senjata. 

Angka ini naik 10,5% dari anggaran 2017. "Investasi akan fokus pada pembangunan sistem tiga poros untuk menghadapi ancaman nuklir dan misil Korea Utara dan untuk OPCON," kata kementerian dalam pernyataan, Selasa (29/8).

Platform pertahanan tiga poros mengacu pada sistem penyerangan Kill Chain, Korean Air and Missile Defense dan Korea Massive Punishment and Retaliation. Korea Selatan menargetkan, sistem ini bisa beroperasi awal 2020. Anggaran untuk platform ini naik 13,7% menjadi 4,3 triliun won.

Pemerintah juga menambah anggaran untuk operasional dan pemeliharaan sebesar 5,3%. Anggaran ini termasuk gaji tentara. Korea Selatan berniat menaikkan gaji sersan dari 216.000 won menjadi 405.700 per bulan pada tahun depan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×