kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Korea Utara ogah bertemu Donald Trump lagi


Sabtu, 11 Juli 2020 / 05:00 WIB
Korea Utara ogah bertemu Donald Trump lagi

Sumber: Channel News Asia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara menyatakan tidak perlu ada lagi pertemuan tingkat tinggi untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan Amerika Serikat. Kecuali Washington menawarkan "perubahan tegas" dalam pendekatan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pertama kali bertemu di Singapura dua tahun lalu. Tetapi pembicaraan mengenai persenjataan nuklir Pyongyang terhenti sejak pertemuan puncak mereka di Hanoi pada awal tahun 2019.

Trump mengatakan pada pekan ini, dia "pasti" akan bertemu dengan Kim Jong Un lagi. Trump mungkin akan mengejar KTT lain jika itu dapat membantu peluang pemilihannya kembali pada November mendatang.

Baca Juga: John Bolton: Trump Gagal Menghargai Sepenuhnya Kepresidenan AS

Mengutip Channel News Asia, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea, Kim Yo Jong, penasihat terdekat dan saudara peremouan Kim Jong Un mengatakan, tidak perlu bagi Korea Utara untuk duduk bersama dengan AS sekarang.

Jika pertemuan puncak diadakan, kata Yo Jong, terlalu jelas bahwa itu hanya akan digunakan sebagai kebanggaan yang membual yang berasal dari kebanggaan seseorang.

Denuklirisasi, tambahnya, tidak mungkin pada titik ini, dan hanya bisa terjadi bersamaan dengan langkah-langkah besar simultan di sisi lain.

Yo Jong tidak menjelaskan secara spesifik, tetapi AS menempatkan 28.500 tentara di Korea Selatan dan memiliki sejumlah aset militer di Jepang dan wilayah Pasifik yang lebih luas.

Korea Utara menegaskan bahwa mereka membutuhkan persenjataan nuklir untuk mencegah kemungkinan invasi AS.

Kim Jong Un pada Desember tahun lalu mengakhiri moratorium uji coba rudal nuklir dan balistik. Pyongyang berulangkali mengatakan tidak berniat melanjutkan pembicaraan kecuali jika Washington membatalkan apa yang digambarkannya sebagai kebijakan "bermusuhan" terhadap Korea Utara.

Baca Juga: Citra satelit ungkap fasilitas Korea Utara, untuk bangun hulu ledak nuklir?

 



TERBARU

[X]
×