kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.851   8,00   0,05%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Korea Utara Tegaskan Tak Akan Negosiasi Kedaulatan dengan AS yang Bermuka Dua


Jumat, 01 Desember 2023 / 07:35 WIB
Korea Utara Tegaskan Tak Akan Negosiasi Kedaulatan dengan AS yang Bermuka Dua
ILUSTRASI. Korea Utara mengatakan mereka tidak akan pernah menegosiasikan kedaulatannya dengan Amerika Serikat. Sputnik/ Vladimir Smirnov/REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pyongyang mengatakan satelit tersebut dirancang untuk memantau pergerakan militer AS dan Korea Selatan, dan telah memotret pangkalan militer AS di seluruh dunia, termasuk di Guam dan Italia, serta lokasi seperti Gedung Putih dan Pentagon.

Namun media pemerintah belum merilis gambar apa pun, sehingga memicu perdebatan di antara para pejabat dan analis di Seoul dan Washington mengenai seberapa mampu satelit tersebut untuk melakukan tugasnya sebagai mata-mata.

Dalam pernyataam terpisah, KCNA mengecam Korea Selatan karena mengintensifkan apa yang disebutnya gerakan provokatif perang melalui latihan militer gabungan dengan pasukan AS, yang melibatkan kapal induk USS Carl Vinson.

Mereka menuduh Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memainkan peran kunci dalam meresmikan rencana provokasi perang nuklir yang konkrit dengan membawa aset-aset strategis nuklir AS dan meningkatkan latihan gabungan yang juga melibatkan Jepang.

Baca Juga: Satelit Mata-Mata Korea Utara Mulai Memantau Gedung Putih dan Pentagon

Kementerian Unifikasi Seoul, yang bertanggung jawab atas urusan antar-Korea, mengeluarkan pernyataan yang mendesak Pyongyang untuk menjauhkan diri dari jalur provokasi dan ancaman yang salah dan mengambil jalur dialog dan kerja sama.

Korea Selatan awalnya berencana meluncurkan satelit mata-mata pertamanya dengan roket Falcon 9 AS pada hari Kamis, namun rencana tersebut ditunda karena cuaca.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×