kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Krisis Harga 2025: Negara Ini Terjebak Inflasi 269%


Kamis, 08 Januari 2026 / 08:28 WIB
Krisis Harga 2025: Negara Ini Terjebak Inflasi 269%
ILUSTRASI. Inflasi tertinggi di dunia terjadi di Venezuela, yang mencatat laju inflasi tahunan hingga 269,9%. (REUTERS/Carlos Jasso)


Sumber: Visual Capitalist | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Inflasi global rata-rata mencapai 4,2% pada 2025. Angka ini menunjukkan ketahanan banyak negara meskipun Amerika Serikat menerapkan tarif perdagangan tertinggi dalam satu abad terakhir. 

Di AS sendiri, inflasi justru turun dari 3% pada 2024 menjadi 2,7% pada 2025. Sementara itu, inflasi tertinggi di dunia terjadi di Venezuela, yang mencatat laju inflasi tahunan hingga 269,9%.

Meski tekanan tarif AS meningkat tajam, inflasi global hanya turun secara moderat ke level 4,2% pada 2025. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memproyeksikan inflasi global akan melandai lebih jauh menjadi 3,7% pada 2026, didorong oleh lemahnya pertumbuhan harga di China serta inflasi yang berada di bawah target di banyak negara Eropa.

Melansir Visual Capitalist, berikut adalah daftar sepuluh negara dengan tingkat inflasi tertinggi pada 2025:

1. Venezuela – 269,9%

2. Sudan Selatan – 97,5%

3. Zimbabwe – 89,0%

4. Sudan – 87,2%

5. Iran – 42,4%

6. Argentina – 41,3%

7. Burundi – 37,3%

8. Turki – 34,9%

9. Myanmar – 31,0%

10. Malawi – 28,2%

Baca Juga: 5 Orang Terkaya Asia Tenggara Kuasai Kekayaan Lebih dari Rp 2.200 Triliun, 4 dari RI

Venezuela kembali menjadi negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Nilai tukar bolivar terdepresiasi 82,7% terhadap dolar AS sepanjang 2025, dipicu sanksi AS dan pengerahan kapal perang yang diklaim menargetkan jaringan narkotika. IMF memperkirakan inflasi Venezuela bisa melonjak ekstrem hingga 682% pada 2026, meski arah ekonomi ke depan masih penuh ketidakpastian pasca lengsernya Nicolás Maduro.

Di Amerika Serikat, inflasi sebesar 2,7% diperkirakan turun lagi menjadi 2,4% pada 2026. Dampak tarif perdagangan diperkirakan hanya menambah inflasi sekitar 0,5 poin persentase pada 2025—jauh lebih rendah dari kekhawatiran awal.

Sebaliknya, China mencatat inflasi 0,0%, salah satu yang terendah di dunia. Tekanan deflasi akibat kelebihan kapasitas produksi dan lemahnya pasar tenaga kerja membebani ekonomi. Namun, inflasi China diproyeksikan naik menjadi 0,8% pada 2026, seiring stimulus ekonomi untuk mendorong konsumsi domestik.

Sejumlah negara Eropa juga mencatat inflasi moderat pada 2025 berkat rendahnya harga energi dan impor. Inflasi Prancis tercatat 1,1%, Italia 1,7%, dan Jerman 2,1%.

Tonton: Pekerja dengan Gaji hingga Rp 10 Juta Bebas Pajak, Ini Kriterianya

Kesimpulan

Peta inflasi global 2025 menunjukkan dunia mulai keluar dari fase lonjakan harga pascapandemi, meski ketimpangan antarnegara masih sangat tajam. Negara maju seperti AS dan Eropa berhasil menahan inflasi di level rendah, sementara China bahkan bergulat dengan risiko deflasi. Sebaliknya, negara-negara dengan instabilitas politik, konflik, dan sanksi—terutama Venezuela—terjebak dalam spiral inflasi ekstrem, menegaskan bahwa stabilitas kebijakan dan kepercayaan pasar tetap menjadi faktor kunci dalam mengendalikan harga di tingkat global.

Selanjutnya: Mayoritas Bursa Asia Melemah pada Kamis (8/1) Pagi, Terseret Pelemahan Wall Street

Menarik Dibaca: Kerja Tim Kuasai Karier dan Keuangan Zodiak 8 Januari 2026, Siapa yang Beruntung?




TERBARU

[X]
×