kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Krisis Rare Earth Dunia: Uni Eropa Cari Sekutu Hadapi China


Rabu, 15 Oktober 2025 / 07:47 WIB
Krisis Rare Earth Dunia: Uni Eropa Cari Sekutu Hadapi China
ILUSTRASI. Uni Eropa (UE) berupaya membangun aliansi dengan AS dan negara-negara G7 lainnya untuk merespons langkah pengetatan ekspor rare earth China. REUTERS/Jana Rodenbusch


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Langkah China ini memicu kepanikan di pasar global. Sebelumnya, pengendalian ekspor yang diumumkan Beijing pada April lalu sempat menyebabkan kelangkaan pasokan di sektor otomotif, sebelum serangkaian kesepakatan antara Eropa dan AS berhasil meredakan krisis tersebut.

Kali ini, Presiden Donald Trump langsung merespons dengan ancaman tarif 100% terhadap produk China, yang sontak mengguncang pasar saham Wall Street.

Meski begitu, Rasmussen menolak opsi tarif balasan dan menilai dialog terbuka dengan Beijing adalah pendekatan yang lebih konstruktif.

Tonton: Tiongkok Batasi Ekspor Tanah Jarang, Trump Meradang dan Langsung Getok Tarif 100%!

Sefcovic menambahkan, koordinasi G7 dapat meluas ke inisiatif diversifikasi sumber pasokan, termasuk proyek bersama untuk menambang dan memproses mineral kritis.

“Proyek-proyek ini memang memerlukan waktu, tetapi dengan sinyal yang kita dapat dari China, jelas kita harus mempercepat proses ini secepat mungkin,” ujarnya.


Tag


TERBARU

[X]
×