Sumber: foxnews | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Di Taiwan, para pejabat berupaya meredam spekulasi bahwa operasi AS di Venezuela menjadi cetak biru baru untuk tindakan serupa terhadap pulau tersebut.
Wang Ting-yu, anggota parlemen dari Partai Progresif Demokratik yang duduk di komisi luar negeri dan pertahanan, menolak perbandingan tersebut. “China bukan Amerika Serikat, dan Taiwan bukan Venezuela. Anggapan bahwa China bisa melakukan hal yang sama terhadap Taiwan adalah keliru dan tidak tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa China selama ini tidak kekurangan niat bermusuhan secara militer terhadap Taiwan, tetapi yang tidak dimiliki Beijing adalah cara yang benar-benar layak untuk melakukannya.
Pernyataan Wang mencerminkan sikap pemerintah Taiwan yang berusaha menahan kecemasan publik, sambil menekankan bahwa perencanaan pertahanan tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada perubahan strategi besar.
Tonton: Harga Beras Dunia Tertekan 2026! India, Thailand & Vietnam Berebut Pasar, Petani Terjepit?
Meski demikian, para analis menilai operasi AS tersebut telah mempertajam perdebatan soal risiko eskalasi dan stabilitas krisis. Sebagian pihak khawatir langkah ini bisa menormalkan wacana serangan “pemenggalan kepemimpinan”, mengingat militer China telah lama menggelar latihan yang mensimulasikan serangan terhadap struktur komando dalam skenario konflik Taiwan. Namun pihak lain berpendapat, insiden ini lebih menunjukkan kapabilitas AS, bukan niat untuk menjadikannya pola baru.













