Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
2 MARET: RUBIO SEBUT AS IKUT SERANG KARENA ISRAEL
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan AS menyerang Iran karena Israel lebih dulu akan bertindak.
Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mencegah serangan Iran terhadap pasukan AS.
3 MARET: TRUMP BANTAH PERNYATAAN RUBIO
Trump justru menyatakan ia memerintahkan serangan karena yakin Iran akan menyerang lebih dulu.
“Kalau kita tidak lakukan, mereka yang akan menyerang lebih dulu,” ujarnya.
4 MARET: TARGET HANCURKAN INFRASTRUKTUR KEAMANAN
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut tujuan utama adalah menghancurkan rudal ofensif Iran, produksi misil, angkatan laut, serta infrastruktur keamanannya.
6 MARET: SERUAN ‘MENYERAH TANPA SYARAT’
Trump menegaskan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali negara itu menyerah tanpa syarat.
Tonton: Menteri Perang AS Panggil Kembali Peserta Wajib Militer untuk Dinas 2 Tahun, Mau Perang Besar?
8–11 MARET: PERANG ‘BARU MULAI’ ATAU ‘HAMPIR SELESAI’?
Hegseth menyebut serangan ke Iran “baru permulaan”.
Namun sehari kemudian, Trump mengatakan perang “hampir selesai”.
“Kami sudah menang dalam banyak hal, tapi belum sepenuhnya,” katanya.
Ketika ditanya apakah perang baru dimulai atau sudah selesai, Trump menjawab: “Bisa dibilang keduanya.”
Pada 11 Maret, ia kembali menyatakan AS sudah menang, tetapi “masih harus menyelesaikan pekerjaan”.
13 MARET: MELUNAKKAN SERUAN PEMBERONTAKAN
Trump mulai melunak terkait seruannya agar rakyat Iran menggulingkan pemerintah.
Ia mengakui hal tersebut sulit dilakukan tanpa senjata.
Perang, menurutnya, akan berakhir “ketika saya merasakannya”.













