kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Kronologi Alasan, Tujuan, dan Target Waktu Perang Iran Versi Trump yang Terus Berubah


Sabtu, 21 Maret 2026 / 05:47 WIB
Kronologi Alasan, Tujuan, dan Target Waktu Perang Iran Versi Trump yang Terus Berubah
ILUSTRASI. Presiden Trump terus mengubah tujuan perang AS-Israel melawan Iran, dari gulingkan rezim hingga hancurkan militer. Kenapa strategi ini berubah-ubah? (via REUTERS/Donald Trump via Truth Social)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Donald Trump dan para pejabat utamanya menyampaikan tujuan serta alasan yang terus berubah terkait perang AS-Israel melawan Iran.

Kritikus menilai hal ini menunjukkan kurangnya perencanaan yang matang, baik untuk konflik maupun dampak setelahnya.

Tujuan yang disampaikan pun beragam, mulai dari menggulingkan pemerintah Iran, melemahkan militer dan kemampuan nuklirnya, hingga mengurangi pengaruh regional Iran serta mendukung kepentingan Israel.

Melansir Reuters, berikut perkembangan pernyataan Trump soal tujuan dan kronologi perang:

28 FEBRUARI: SERUAN GULINGKAN PEMERINTAH IRAN

Trump menyerukan rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan negaranya melalui video di media sosial saat AS dan Israel mulai melancarkan serangan.

“Ini akan menjadi milik kalian. Ini mungkin satu-satunya kesempatan dalam beberapa generasi,” ujarnya.

Ia menyebut serangan tersebut sebagai “operasi tempur besar”.

Baca Juga: AS Bakal Kerahkan 2.500 Marinir & Kapal Serbu USS Boxer ke Timur Tengah

28 FEBRUARI: MELEMAHKAN MILITER DAN PENGARUH IRAN

Trump mengatakan AS akan mencegah Iran memiliki senjata nuklir, meskipun Iran bersikeras program nuklirnya bertujuan damai.

Ia juga berjanji akan menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran.

“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka. Kami akan memusnahkan angkatan laut mereka,” kata Trump.

Trump mengklaim rudal jarak jauh Iran bisa mengancam Eropa, pasukan AS di luar negeri, bahkan wilayah Amerika. Namun, klaim ini tidak didukung oleh para ahli maupun intelijen AS, yang menilai kemampuan tersebut masih jauh dari tahap tersebut.

2 MARET: TARGET WAKTU BERUBAH-UBAH

Trump awalnya menyebut perang akan berlangsung empat hingga lima pekan, tetapi membuka kemungkinan lebih lama.

“Kami sudah jauh melampaui target waktu, tapi berapa pun waktunya tidak masalah,” katanya.

Ia juga menyebut AS memiliki persediaan amunisi “nyaris tak terbatas” dan perang bisa berlangsung lama jika diperlukan.

Dalam berbagai pernyataan ke media, Trump beberapa kali mengubah estimasi durasi, dari kurang dari empat minggu hingga lebih lama tanpa kepastian.

Baca Juga: Bukan Cuma Indonesia, Ini Daftar Negara yang Lebarannya Sabtu, 21 Maret 2026

2 MARET: RUBIO SEBUT AS IKUT SERANG KARENA ISRAEL

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan AS menyerang Iran karena Israel lebih dulu akan bertindak.

Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mencegah serangan Iran terhadap pasukan AS.

3 MARET: TRUMP BANTAH PERNYATAAN RUBIO

Trump justru menyatakan ia memerintahkan serangan karena yakin Iran akan menyerang lebih dulu.

“Kalau kita tidak lakukan, mereka yang akan menyerang lebih dulu,” ujarnya.

4 MARET: TARGET HANCURKAN INFRASTRUKTUR KEAMANAN

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut tujuan utama adalah menghancurkan rudal ofensif Iran, produksi misil, angkatan laut, serta infrastruktur keamanannya.

6 MARET: SERUAN ‘MENYERAH TANPA SYARAT’

Trump menegaskan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali negara itu menyerah tanpa syarat.

Tonton: Menteri Perang AS Panggil Kembali Peserta Wajib Militer untuk Dinas 2 Tahun, Mau Perang Besar?

8–11 MARET: PERANG ‘BARU MULAI’ ATAU ‘HAMPIR SELESAI’?

Hegseth menyebut serangan ke Iran “baru permulaan”.

Namun sehari kemudian, Trump mengatakan perang “hampir selesai”.

“Kami sudah menang dalam banyak hal, tapi belum sepenuhnya,” katanya.

Ketika ditanya apakah perang baru dimulai atau sudah selesai, Trump menjawab: “Bisa dibilang keduanya.”

Pada 11 Maret, ia kembali menyatakan AS sudah menang, tetapi “masih harus menyelesaikan pekerjaan”.

13 MARET: MELUNAKKAN SERUAN PEMBERONTAKAN

Trump mulai melunak terkait seruannya agar rakyat Iran menggulingkan pemerintah.

Ia mengakui hal tersebut sulit dilakukan tanpa senjata.

Perang, menurutnya, akan berakhir “ketika saya merasakannya”.

19 MARET: TANPA BATAS WAKTU

Hegseth menegaskan tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk perang.

Keputusan kapan berhenti sepenuhnya ada di tangan Presiden.

20 MARET: MULAI PERTIMBANGKAN PENGHENTIAN, TANPA GENCATAN SENJATA

Trump menyatakan AS hampir mencapai tujuan dan mulai mempertimbangkan mengurangi operasi militer.

Namun, ia menegaskan tidak ingin melakukan gencatan senjata.

“Kami sudah sangat dekat mencapai tujuan,” tulisnya di media sosial.

Di sisi lain, kepada wartawan ia mengatakan: “Saya tidak ingin gencatan senjata.”




TERBARU

[X]
×