kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kurangi defisit, Irlandia bakal kurangi anggaran dan naikkan pajak


Kamis, 25 November 2010 / 08:01 WIB
ILUSTRASI. Sentra Buku Kwitang di Jakarta Pusat


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

DUBLIN. Pemerintah Irlandia mengatakan, pihaknya akan memangkas anggaran belanja sebesar 20%. Selain itu, dalam empat tahun ke depan, Irlandia juga akan menaikkan pajak. Konklusi ini diambil setelah pertemuan mengenai bailout Irlandia sudah mendekati hasil akhir.

Anggaran belanja pemerintah yang akan dipotong adalah anggaran kesejahteraan senilai 2,8 miliar euro atau US$ 3,8 miliar. Sedangkan pajak pendapatan ditargetkan naik menjadi 1,9 miliar euro.

Dua langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Irlandia untuk menurunkan defisit anggaran menjadi 3% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir 2014.

Saat ini, Perdana Menteri irlandia Brian Cowen memang tengah berkejaran dengan waktu untuk merampungkan pembicaraan Uni Eropa dan Badan Moneter Internasional (IMF) terkait dana bailout senilai 85 miliar euro. Komisioner Ekonomi dan Moneter Uni Eropa Olli Rehn kemarin bilang, Irlandia harus segera merilis anggaran tahun depan secepatnya. Sebab, jika tidak, dikhawatirkan krisis utang akan menyebar ke kawasan Eropa lainnya seperti Portugal.

"Kita harus segera menyelesaikan masalah ini dan membuat road map yang harus dilakukan. Namun hal ini tidak akan menyelesaikan masalah di zona Eropa karena pasar saat ini sangat terluka parah dan harus berjuang keras," papar Alan McQuaid, chief economist Bloxham Stockbrokers di Dublin.




TERBARU

[X]
×