Laba Geely Automobile China Merosot 35% di Semester Pertama

Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:36 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Laba Geely Automobile China Merosot 35% di Semester Pertama

ILUSTRASI. Pembatasan ketat Covid-19 di China menghambat penjualan dan mengganggu produksi kendaraan Geely.


KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Geely Automobile Holdings Ltd China mencatatkan penurunan laba bersih semester pertama 35%. Pembatasan ketat Covid-19 di China menghambat penjualan dan mengganggu produksi.

Mengutip Reuters, Kamis (18/8), Geely yang berbasis di Hangzhou membukukan laba di periode Januari hingga Juni senilai 1,55 miliar yuan atau setara US$ 228,3 juta, dibandingkan 2,38 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Geely mengatakan penjualan kendaraannya, yang turun 9% di semester pertama, berada di bawah ekspektasi manajemen, mengutip pembatasan Covid-19 dan kekurangan semikonduktor.

Baca Juga: Geely Meluncurkan Truk Pikap Listrik Pertama, Asia Tenggara Masuk Target Ekspansinya

Sementara itu, ada kenaikan 29% dalam pendapatan enam bulan hingga akhir Juni sebesar 58,18 miliar yuan, berkat harga produk yang lebih baik dan bauran produk yang mengimbangi penurunan penjualan.

Memang, sektor otomotif China telah terpukul keras oleh upaya pemerintah untuk memerangi Covid-19, dengan banyak daerah termasuk pusat komersial Shanghai dikunci dengan panjang yang berbeda-beda.

Pihak berwenang telah mencoba insentif untuk menghidupkan kembali permintaan, dan pemerintah pusat telah mengurangi separuh pajak pembelian menjadi 5% untuk mobil dengan harga kurang dari 300.000 yuan atau setara US$ 45.000 dan dengan mesin tidak lebih besar dari 2,0 liter.

Baca Juga: Pasar Otomotif Indonesia Makin Dilirik, Chery Siap Bangun Pabrik di Indonesia

Manajemen melihat tantangan-tantangan yang sama masih membayangi ditambah persaingan yang semakin ketat dan meningkatnya biaya bahan baku dan baterai. Sehingga, penjualan hingga akhir 2022 diperkirakan masih tertekan.

Geely sebelumnya mengatakan bahwa merek EV-nya Geometry dan Zeekr akan mencapai 3,65 juta unit pada tahun 2025.

Geely juga mengekspor seperlima dari kendaraannya, karena berusaha untuk memperluas lebih jauh pasar ke Asia Tenggara dan Eropa di tengah penurunan penjualan domestik.

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru