Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Wilayah Monagas Utara juga dinilai cocok dengan strategi global Shell yang semakin fokus pada pengembangan gas alam. Selain dekat dengan infrastruktur gas di darat, kawasan ini juga merupakan salah satu wilayah dengan tingkat pembakaran gas (gas flaring) tertinggi di Venezuela.
Beberapa perusahaan energi sebelumnya telah merancang proyek untuk menangkap gas yang biasanya dibakar, lalu mengolah dan menyalurkannya untuk ekspor, kemungkinan melalui Trinidad and Tobago.
Area Punta de Mata yang mencakup ladang Pirital, Carito, serta El Furrial tercatat memproduksi sekitar 94.000 barel minyak per hari dan sekitar 1,03 miliar kaki kubik gas per hari. Namun sekitar 350 juta kaki kubik gas di antaranya masih dibakar.
Sebelum kesepakatan baru ini, proyek utama Shell di Venezuela adalah pengembangan gas lepas pantai Dragon yang berada dekat perbatasan maritim dengan Trinidad. Proyek tersebut sempat terhambat setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap sektor energi Venezuela pada 2019.
Banyak perusahaan minyak kembali melirik Venezuela
Selain Chevron dan Shell, beberapa perusahaan energi lain juga dilaporkan tertarik memperluas operasi di Venezuela. Di antaranya perusahaan Spanyol Repsol serta perusahaan Prancis Maurel & Prom.
Repsol bahkan disebut memiliki piutang lebih dari US$ 5 miliar di Venezuela yang menumpuk selama periode sanksi internasional.
Sementara itu pemerintah Venezuela juga sedang melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh proyek minyak dan gas di negara tersebut. Proses ini mencakup kontrak bagi hasil yang sebelumnya ditandatangani pemerintahan Maduro.
Tonton: ALERT! Perang Iran Menguras Persenjataan AS – Apakah China Menunggu?
Perusahaan minyak negara PDVSA untuk sementara mengambil alih administrasi serta penjualan minyak dari beberapa proyek selama proses evaluasi berlangsung.
Pejabat kementerian energi Venezuela mengatakan peninjauan tersebut ditargetkan selesai pada akhir Maret. Proyek yang tidak aktif atau gagal memenuhi target investasi berpotensi dicabut izinnya.
Di sisi lain, pemerintah AS juga dilaporkan memeriksa secara ketat kredibilitas perusahaan serta kepatuhan mereka terhadap sanksi sebelum memberikan izin bagi mitra baru untuk beroperasi di sektor energi Venezuela.













