kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Reliance India Pertimbangkan Beli Minyak Venezuela Jika Diizinkan Amerika


Jumat, 09 Januari 2026 / 08:46 WIB
Reliance India Pertimbangkan Beli Minyak Venezuela Jika Diizinkan Amerika
ILUSTRASI. Logo Reliance Industries di Ahmedabad, India. (REUTERS/Amit Dave )


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Reliance Industries Ltd, perusahaan energi terbesar India sekaligus operator kompleks kilang minyak terbesar di dunia menyatakan akan mempertimbangkan pembelian minyak mentah Venezuela jika penjualannya diizinkan kepada pembeli non-Amerika Serikat (AS).

“Kami menunggu kejelasan terkait akses minyak Venezuela bagi pembeli non-AS dan akan mempertimbangkan pembelian minyak tersebut dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku,” ujar juru bicara Reliance Industries dalam jawaban tertulis kepada Reuters, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Swiss Bekukan Aset Maduro, Jejak Emas Rp87 Triliun Venezuela Terungkap

Selain Reliance, dua perusahaan kilang milik negara India, yakni Indian Oil Corp (IOC) dan Hindustan Petroleum Corp (HPCL), juga disebut akan mempertimbangkan pembelian minyak Venezuela jika penjualan kepada perusahaan non-AS diizinkan.

Namun, kedua perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar Reuters.

Reliance Hentikan Impor Minyak Venezuela Sejak 2025

Pernyataan ini muncul setelah Caracas dan Washington pekan ini mencapai kesepakatan untuk mengekspor minyak mentah Venezuela senilai hingga US$2 miliar, atau sekitar 30–50 juta barel, ke Amerika Serikat.

Kesepakatan itu terjadi setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu.

Baca Juga: Minneapolis Amerika Serikat Memanas, Penembakan Agen ICE Tuai Kecaman

Reliance sendiri telah menghentikan pembelian minyak Venezuela sejak Maret 2025, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif sebesar 25% terhadap negara-negara yang membeli minyak mentah dari Venezuela.

Kargo minyak Venezuela terakhir yang diterima Reliance tercatat pada Mei 2025.

Dua kompleks kilang Reliance di negara bagian Gujarat, India bagian barat, memiliki kapasitas gabungan sekitar 1,4 juta barel per hari.

Kilang tersebut mampu mengolah minyak mentah berat dan murah seperti Merey dari Venezuela.

“Jika minyak Venezuela kembali masuk ke pasar global, harganya kemungkinan akan ditawarkan dengan diskon. Ini akan meningkatkan fleksibilitas pasokan dan ekonomi kilang yang kompatibel, meskipun volumenya mungkin terbatas,” ujar Sumit Ritola, analis utama riset kilang dan pemodelan di Kpler.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Jumat (9/1) Pagi: Menanti Data Ketenagakerjaan & Putusan Tarif Trump

Alternatif yang Dapat Diterima Selain Minyak Rusia

Data aliran perdagangan dari LSEG menunjukkan bahwa beberapa perusahaan India, seperti HPCL-Mittal Energy, Nayara Energy, IOC, serta Mangalore Refinery and Petrochemicals, juga pernah mengimpor minyak Venezuela di masa lalu.

Ritola menilai minyak Venezuela dapat menjadi opsi diversifikasi pasokan energi yang “secara politik lebih dapat diterima” bagi India dibandingkan minyak Rusia.

India selama ini menghadapi tekanan dari negara-negara Barat untuk mengurangi pembelian minyak Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina, karena kekhawatiran pendapatan minyak tersebut digunakan untuk mendanai perang.

Amerika Serikat bahkan tahun lalu menggandakan tarif impor atas produk India menjadi 50%, dengan alasan tingginya pembelian minyak mentah Rusia oleh India.

Baca Juga: AS Sita Kapal Tanker Rusia, Moskow Murka dan Peringatkan Eskalasi Konflik

Seorang senator dari Partai Republik pada Rabu (7/1) mengatakan Presiden Trump telah memberi lampu hijau bagi legislasi yang bertujuan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang tetap berbisnis dengan Rusia.

Meski demikian, beberapa kilang negara dan Nayara Energy diperkirakan masih akan melanjutkan impor minyak Rusia.

Namun, Reliance menyatakan tidak akan menerima minyak Rusia pada Januari ini, sebuah keputusan yang berpotensi menekan impor minyak Rusia India ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita sudah melihat Reliance mengurangi asupan minyak mentah Rusia, yang menunjukkan bahwa kilang-kilang India bersedia dan mampu beradaptasi ketika risiko kepatuhan atau perdagangan meningkat,” kata Ritola.

Selanjutnya: Ubah Botol Plastik Jadi Bernilai, Mesin Daur Ulang Aquviva Kini Ada di Tangerang

Menarik Dibaca: Ubah Botol Plastik Jadi Bernilai, Mesin Daur Ulang Aquviva Kini Ada di Tangerang




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×