kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Legenda sepak bola Argentina Maradona meninggal karena serangan jantung


Kamis, 26 November 2020 / 00:14 WIB
ILUSTRASI. Maradona, 60, baru-baru ini berjuang melawan masalah kesehatan dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural beberapa minggu lalu.


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BUENOS AIRES. Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbesar dalam pertandingan tersebut, meninggal karena serangan jantung pada Rabu (25/11). Kabar ini datang dari pengacara Maradona.

Maradona, 60, baru-baru ini berjuang melawan masalah kesehatan dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural beberapa minggu lalu. Media Argentina melaporkan, Maradona menderita serangan jantung di rumahnya di pinggiran Buenos Aires pada Rabu.

Maradona memenangkan Piala Dunia bersama Argentina pada 1986. Presiden Argentina Alberto Fernandez mengumumkan tiga hari berkabung nasional setelah berita kematian Maradona.

Baca Juga: Sempat kontak dekat dengan pasien, Diego Maradona negatif Covid-19

Klub sepak bola Italia Napoli mengatakan, kematian mantan bintangnya Diego Armando Maradona merupakan pukulan telak bagi kota dan klub tersebut. "Kami sedang berduka," kata juru bicara klub Nicola Lombardo.

"Kami merasa seperti petinju yang tersingkir. Kami shock," imbuh Lombardo.

Maradona bermain untuk Napoli antara 1984 dan 1991, membantu kota itu memenangkan gelar liga Serie A.

Sebagai salah satu pemain sepak bola paling berbakat dalam sejarah, puncak kejayaan Maradona datang ketika ia menjadi kapten Argentina untuk memenangkan Piala Dunia 1986. Tapi, dia diusir dari Piala Dunia 1994 karena doping.

Bertahun-tahun penggunaan narkoba, makan berlebihan, dan alkoholisme menghentikan kariernya yang cemerlang dan mengubah penampilannya dari seorang atlet lincah menjadi pecandu yang hampir meninggal karena gagal jantung akibat kokain pada tahun 2000.

Baca Juga: Maradona tetap dirawat di rumah sakit usai operasi karena kebingungan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×