kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.135   21,00   0,12%
  • IDX 7.489   30,34   0,41%
  • KOMPAS100 1.035   5,54   0,54%
  • LQ45 745   -1,77   -0,24%
  • ISSI 270   1,70   0,63%
  • IDX30 399   -1,06   -0,26%
  • IDXHIDIV20 487   -3,60   -0,73%
  • IDX80 116   0,30   0,26%
  • IDXV30 135   -0,21   -0,16%
  • IDXQ30 128   -1,04   -0,80%

Lima hari berturut, kematian akibat corona di Brasil tertinggi di dunia


Rabu, 27 Mei 2020 / 09:44 WIB
ILUSTRASI. Penggali kubur memakai pakaian pelindung saat pemakaman jenazah positif virus corona di Rio de Janeiro, Brazil, Jumat (8/5/2020). REUTERS/Pilar Olivares


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

Presiden Jair Bolsonaro menganggap enteng virus corona dan menentang langkah-langkah tinggal di rumah, dengan alasan risiko kejatuhan ekonomi menyebabkan lebih banyak kerusakan dibanding virus itu.

Tetapi, sebagian besar pemerintah negara bagian di Brasil telah berpegang pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menutup bisnis-bisnis yang tidak penting di wilayah mereka.

Sedang Bolsonaro telah menggantungkan harapannya pada hydroxychloroquine, seperti Presiden AS Donald Trump, yang ia gembar-gemborkan sebagai obat ajaib potensial terhadap Covid-19.

Baca Juga: Brasil tetap pakai hydroxychloroquine, meski WHO setop uji coba

Kementerian Kesehatan Brasil merekomendasikan dokter dalam sistem kesehatan masyarakat meresepkan hydroxychloroquine atau obat terkait, chloroquine, sejak mulai timbul gejala Covid-19.

Bahkan, Brasil tetap mempertahankan pedoman itu, meskipun WHO mengakhiri uji klinis hydroxychloroquine atas kekhawatiran tentang keamanan dan efektivitasnya terhadap virus corona.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×