kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.000,18   -10,69   -1.06%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lockheed Martin Incar Lebih Banyak Pengiriman Jet Tempur F-35 ke Australia


Selasa, 28 Februari 2023 / 14:19 WIB
Lockheed Martin Incar Lebih Banyak Pengiriman Jet Tempur F-35 ke Australia
ILUSTRASI. Lockheed Martin F-35 Lightning II


Sumber: CNBC | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MELBOURNE. Produsen alat-alat pertahanan asal Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin, pada hari Selasa (28/2) secara terbuka menyatakan minatnya untuk mengirimkan lebih banyak unit jet tempur F-35 ke Australia.

Pernyataan Lockheed Martin tersebut keluar setelah Australia menyelesaikan tinjauan pertahanannya.

"Kami berharap mendapat kesempatan untuk mengirimkan F-35 tambahan ke Australia di luar 72 unit yang telah mereka pesan," kata Wakil Presiden Eksekutif Aeronautika, Greg Ulmer, di sela-sela Australia International Airshow.

Lebih lanjut, CNBC melaporkan bahwa Lockheed Martin telah menyampaikan rencana kepada Australia untuk menggabungkan F-35 dengan drone MQ-28 Ghost Bat buatan Boeing.

Kepala Divisi Pertahanan Boeing, Ted Colbert, menyambut baik rencana tersebut, melihatnya sebagai kemitraan yang akan menjadi berita bagus.

Baca Juga: Lockheed Martin Mulai Mengirim Pesawat C-130J-30 Super Hercules Pesanan Indonesia

Australia telah membeli 72 unit jet F-35 untuk membentuk tiga skuadron. Semua pesawat dijadwalkan beroperasi penuh tahun ini. Sebelumnya Australia berencana untuk membeli 100 unit.

Pada 14 Februari lalu dokumen berisi tinjauan strategis pertahanan telah diserahkan kepada pemerintah Australia. Rencana tersebut mencakup kemungkinan pembelian skuadron keempat jet F-35.

Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, mengatakan tinjauan dan tanggapan pemerintah akan diumumkan pada bulan April. Marles menjelaskan bahwa tinjauan baru telah disusun untuk memperkuat postur pertahanan Australia di tengah meningkatnya persaingan senjata di kawasan.

Baca Juga: Jual Senjata ke Taiwan, China Beri Sanksi kepada Lockheed dan Raytheon

"Di Indo-Pasifik, China mendorong pembangunan militer konvensional terbesar yang pernah kita lihat di mana pun di dunia sejak Perang Dunia Kedua. Dan banyak dari peningkatan itu masih belum terlihat sepenuhnya," kata Marles.

Australia sejauh ini tetap berada di sisi AS untuk melawan kekuatan China, termasuk dengan bergabung dalam Quad bersama Jepang dan India, serta AUKUS bersama dengan Inggris.

Kedekatan antara Australia dengan AS tersebut tentu membuat Lockeed Martin semakin mudah untuk memasarkan produk pertahanannya ke Canberra.




TERBARU
Kontan Academy
Outlook 2024, Meneropong saham unggulan di Tahun Politik The Coughing Dragon | Global Market Series - China

[X]
×